Ini Penyebab Banjir Jakarta Tahun Baru 2020

0
6
Banjir Jakarta Awal Tahun 2020
Banjir Jakarta menjadi kabar duka yang mengawali tahun 2020.

elahan.com, Jakarta diguyur hujan sejak penghujung malam akhir tahun 2019. Hujan deras terjadi bukan saja di daerah ibu kota tetapi juga dirasakan di Jabodetabek. Hal ini menyebabkan sejumlah wilayah tergenang banjir. Masyarakat Indonesia dibuat prihatin dengan kejadian di awal tahun 2020 dengan banjir Jakarta.

Ada tujuh kelurahan di Jakarta dilaporkan terendam banjir berdasarkan data dari Badan Nasional Penangguangan Bencana (BNPB). Bukan hanya Jakarta, banjir juga harus dialami warga di beberapa kawasan di Bekasi, Depok, Bogor, Tangerang hingga Banten.

Banjir Jakarta membawa imbas untuk aktivitas masyarakat di sekitar Jakarta. Air yang menggenang ini menghambat kegiatan hingga perekonomian masyarakat. Seperti lumpuhnya beberapa fasilitas umum ataupun transportasi yang terhambat.

Berikut ulasannya penyebab banjir Jakarta di pembukaan tahun baru 2020 ini:

1.Hujan Ekstrem

Salah satu penyebab utama banjir kali ini adalah tingginya curah hujan. Curah hujan yang mengguyur Jakarta mencapai 377 mm berdasarkan data BMKG. Dimana curah hujan normal adalah 50-100 mm. Selain itu, diperkirakan hingga satu minggu ke depan hujan akan terus turun.

2020 Dibuka dengan Banjir Jakarta
Setidaknya ada 5 penyebab terjadinya Banjir Jakarta di awal tahun 2020 ini.

2.Normalisasi Kali Ciliwung Belum Tuntas

Normalisasi Kali Ciliwung baru dilakukan sekitar 16 km dari total panjang kali 33 km. Proyek normalisasi Kali Ciliwung diharapkan mampu menanggulangi banjir. Terutama banjir yang berasal dari luapan air sungai.

Normalisasi yang dilakukan adalah mengembalikan kondisi lebar sungai menjadi 35-50 m. Sehingga kapasitas tampung air Sungai Ciliwung meningkat. Peningkatan yang diharapkan adalah 570 m3/detik dari sebelumnya 200 m3/detik.

Hambatan yang menyebabkan belum tuntasnya normalisasi adalah lahan yang sempit. Saat ini, banyak rumah-rumah warga yang dibangun, bukan saja di bantaran sungai namun hingga palung sungai.

3.Air Dibiarkan Masuk Jakarta

Menurut Anies Baswedan, salah satu penyebab banjir Jakarta adalah tidak adanya pengendalian air dari sisi selatan Jakarta. Air dibiarkan masuk begitu saja. Sehingga apapun yang dilakukan di pesisir tidak mampu mengendalikan banjir. Maka perlunya pengendalian air dari sisi selatan sebagai antisipasi banjir.

4.Dampak Pembangunan

Pembangunan Jakarta selalu masif setiap tahunnya. Mengingat Jakarta adalah ibu kota Indonesia yang berperan sebagai pusat pemerintahan dan pusat perekonomian. Namun, pembangunan ini justru mengurangi jumlah ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta. RTH berperan sebagai kawasan resapan air yang membantu menyerap air apabila hujan turun deras di Jakarta.

Pembangunan Jakarta juga mengakibatkan semakin banyaknya jumlah gedung. Akan tetapi hal ini hal itu menyebabkan penggunaan tanah secara berlebihan. Bahkan menurut informasi, Jakarta mengalami penurunan muka tanah 5-12 cm per tahun.

5.Peran Masyarakat

Masyarakat juga berperan menjadi salah satu faktor penyebab banjir Jakarta. Perlunya meningkatkan kesadaran hidup bersih warga Ibu Kota dengan tidak membuang sampah ke sungai. Kebiasaan ini dapat menyebabkan pendangkalan sungai. Selain itu, juga perlunya menghilangkan kebiasaan membangun rumah di bantaran sungai. Hal ini dapat mengurangi daya tampung air.

Banjir Jakarta menjadi bencana alam pertama yang harus dirasakan Indonesia di tahun 2020. Pemerintah telah melakukan penanganan-penanganan yang bisa dilakukan. Bukan saja pemerintah daerah, Presiden Joko Widodo pun telah menginstruksikan perintah. Ada tiga hal yang menjadi instruksi presiden terkait banjir Jakarta ini. Pertama, BNPB, pemerintah provinsi, dan tim SAR diperintahkan sama-sama bergerak  menanggulangi banjir serta mengutamakan keselamatan warga. Kedua, normalisasi fasilitas-fasilitas umum segera dilakukan. Ketiga, pemerintah pusat bersama pemerintah provinsi harus bekerja sama untuk menanggulangi banjir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here