Jokowi Tampil Agresif Saat Debat Pilpres Putaran Kedua

0
77
Jokowi dan Prabowo saat debat pilpres 2019
Jokowi dan Prabowo saat debat pilpres 2019 (istimewa)

elahan.com – Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo tampil agresif pada dua kali debat pilpres yang digelar pada 17 Januari dan pada 18 Februari kemarin.

Pada gelaran debat pilpres tersebut sang petahana beberapa kali menyerang calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, diantaranya:

1. Caleg Mantan Koruptor

Serangan ini dilakukan Jokowi pada debat pilpres putaran pertama yang mengusung tema hukum, HAM, dan korupsi. Awalnya Jokowi menyinggung pernyataan Prabowo bahwa korupsi di Indonesia sudah berada di tingkat stadium 4. Jokowi mengaku tudak setuju dengan pernyataan tersebut.

Kemudian Jokowi mengeluarkan data Indonesian Corruption Watch (ICW) bahwa partai Gerindra yang paling banyak mencalonkan caleg eks koruptor pada Pemilu 2019.

“Caleg itu yang tanda tangan kan ketua umumnya, berarti Pak Prabowo yang tanda tangan. Bagaimana bapak menjelaskan mengenai hal ini?” tanya Jokowi.

Kemudian Prabowo menjawab bahwa dirinya belum mendapat laporan mengenai data tersebut. Dirinya mengaku bahwa pihaknya antikorupsi dan tidak setuju dengan caleg eks koruptor tersebut.

“Saya seleksi caleg-caleg tersebut. Kalau ada bukti, silahkan laporkan kepada kami,” jawab Prabowo.

2. Perempuan di Partai Gerindra

Pada debat pertama itu, Jokowi juga menyinggung soal minimnya perempuan yang menjabat di posisi penting Partai Gerindra.

“Saya melihat, dalam struktur pengurusan partai yang dipimpin oleh Bapak. Seperti ketua umum, dewan pembina, sekjen, bendahara, semuanya laki-laki. Bagaimana bapak menjawab inkonsistensi ini?” tanya Jokowi.

3. Lahan Milik Prabowo

Dalam serangan ini, Jokowi menyinggung soal Prabowo memiliki lahan yang sangat luas di Kalimantan Timur dan Aceh Tengah. Awalnya Jokowi membanggakan pemerintahannya yang sudah membagikan konsesi lahan untuk masyarakat adat, ulayat, petani dan nelayan.

Namun, Prabowo memiliki pandangan yang berbeda dengan Jokowi. Menurutnya, program pembagian sertifikat tersebut memang menarik dan populer, tapi hanya menguntungkan satu atau dua generasi.

Kemudian Jokowi menanggapi pernyataan Prabowo tersebut dan menegaskan bahwa tanah produktif tersebut tidak diberikan untuk kelompok kaya. Lalu dia menyinggung lahan seluas ratusan hektar milik Prabowo di Kalimantan Timur dan Aceh.

“Kita tidak berikan kepada yang gede-gede. Saya tahu Pak Prabowo ini memiliki lahan yang sangat luas di Kalimantan Timur sebesar 220.000 hektar dan juga di Aceh Tengah 120.000 hektar,” kata Jokowi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here