Jokowi Tunda Kenaikan Harga Premium, Timbulkan Opini Kontras Antar Pihak

0
33
Jokowi
Jokowi Tunda Kenaikan Harga Premium

elahan.com, Informasi mengenai Jokowi tunda kenaikan harga premium menjadi labil. Setelah keluarnya pernyataan mengenai kenaikkan harga premium, lalu berderar kabar Presiden Joko Widodo mengundur waktu berlakunya kenaikan harga premium. Dengan kata lain mencabut pernyataan pemerintah sampai waktu yang ditentukan.

Ignasius Jonan selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) adalah pihak yang merilis pernyataan tersebut. Pada awalnya, Jonan menyampaikan bahwa harga premium akan naik pada pukul 18.00 WIB, Rabu (10/10/2018) kemarin. Hal tersebut dinyatakannya ketika ditemui di Sofitel Hotel, Nusa Dua, Rabu sore, di sela-sela pertemuan IMF-Bank Dunia.

Mentri ESDM itu bahkan mengatakan bahwa kenaikan harga premium ini sesuai dengan arahan dari Presiden Jokowi. Namun, pemberitahuan kenaikan harga juga tergantung pada Pertamina yang mensosialisasikan hal itu kepada ke semua SPBU yang ada Indonesia, ujar Jonan.

Dengan selang waktu yang tidak mencapai satu jam, pernyataan Jonan, langsung dikoreksi oleh bawahannya. Agung Pribadi selaku Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi, Publik dan kerjasama Kementrian ESDM, menyatakan harga premium batal naik.  Pernyataan yang disampaikan Agung adalah arahan dari Presiden Joko Widodo.

Sementara itu, Staf khusus Kepresidenan bidang Ekonomi, Erani Yustika berujar, kalau pembatalan diarahkan Presiden yang mendengarkan apirasi dari publik. “Presiden selalu menghendaki kecermatan pada saat mengambil keputusan, hal itu juga berlaku pada aspirasi publik” tambah erani.

Juru kampanye pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin, yakni Mukhamad Misbakhun menilai kubu pasangan nomor urut 02 terlalu naif. Sebab, Palon Prabowo-Sandiaga mengaitkan penundaan kenaikan harga BBM jenis premium yang dilakukan pemerintah dengan kontestasi Pilpres 2019.

Misbakhun menilai kubu Prabowo-Sandiaga kerap mempolitisasi semua hal tanpa memperhatikan substansi. Tindakan politisasi isu itu, ujar Misbakhun, Sebab kubu Prabowo-Sandiaga miskin konsep dan dangkal dalam membangun narasi program.

Sebelumnya, Arief Poyuono selaku Waketum Gerindra menganggap Jokowi takut kalah pada Pilpres 2019 jika menaikkan harga BBM. ‘Apabila presiden tetap menaikkan harga premium, maka kepopulerannya kan berkurang,’ tambah Arief.

Juru Bicara PSI, Dedek Prayudi kembali menyatakan ketegasan dari pihaknya, bahwa kebijakan penundaan kenaikan harga Premium. Ia menjelaskan bahwa Presiden tak ingin membuat rakyat kecil mengalami kesusahan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here