JPU Panggil Rocky Gerung Jadi Saksi Persidangan Ratna Sarumpaet

0
18
Rocky Gerung dipanggil jadi saksi
Rocky Gerung dipanggil jadi saksi kasus Ratna Sarumpaet

Elahan.com, Hari ini, Kamis, 11 April 2019, Rocky Gerung dijadwalkan menghadiri sidang lanjutan kasus penyebaran hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sebagai saksi. Pada sidang kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan lima orang saksi, tiga diantaranya merupakan publik figur.

Selain Rocky, saksi-saksi tersebut adalah Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Azhar, serta Teuku Adifitrian atau yang populer dengan nama Tompi.

Rocky Gerung dipanggil jadi saksi persidangan Ratna Sarumpaet hari ini
Rocky Gerung dipanggil jadi saksi persidangan Ratna Sarumpaet

Nama Rocky Gerung memang tertulis di dakwaan JPU karena Ratna Sarumpaet sering mengirimkan foto wajahnya yang lebam kepada Rocky melalui WhatsApp pada September 2018 lalu. Rocky membalas dengan menulis cuitan di akun Twitternya dengan kalimat khas miliknya. Dahnil Azhar Simanjuntak juga ikut menulis cuitan soal peristiwa yang terjadi 21 September 2018 lalu tersebut.

Berbeda dengan keduanya, Tompi di akun Twitternya menuliskan kecurigaan mengenai peristiwa tersebut. Publik figur yang punya latar belakang pendidikan dokter ini mencurigai lebam dan bekas luka yang ada di muka Ratna seperti yang terlihat pada foto yang banyak beredar di Media Sosial.

Tompi sudah menuliskan cuitan bahwa luka lebam di wajah Ratna merupakan bengkak akibat operasi, bukan dikeroyok massa. Tompi dalam cuitannya juga menyebut ini bagian dari jurus oknum politisi.

Penyebaran berita bohong yang dilakukan Ratna dilakukan dari tanggal 24 September hingga 3 Oktober 2018. Tentu saja perbuatan ini mendapat reaksi yang beragam dari masyarakat dan sejumlah tokoh politik. Akhirnya Ratna mengakui kebohongannya mengenai penganiayaan yang menyebabkan mukanya luka dan lebam. Tidak lupa dia meminta maaf atas perbuatannya.

Kasus penyebaran hoaks ini tetap diproses oleh pihak kepolisian. Sebelum persidangan hari ini, pada Selasa, 9 April 2019 juga mengadakan sidang lanjutan dengan menghadirkan saksi Said Iqbal yang merupakan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Ruben TJ.

Pada sidang tersebut, Iqbal mengungkapkan mengenai reaksi Prabowo ketika mendengar pengakuan Ratna yang menyebut dia adalah korban penganiayaan. Prabowo pertama kali menyarankan agar Ratna melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak yang berwajib. Sebab pada saat itu belum diketahui bahwa ternyata ini hanyalah kebohongan.

Iqbal menambahkan, Prabowo menegaskan agar demokrasi harus adil dan damai, tidak boleh adanya kekerasan. Tanggapan lainnya dari Prabowo, masih menurut kesaksian Iqbal, Prabowo bahkan bersedia menemui Kapolri untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan yang melibatkan Ibunda Atiqah Hasiholan ini.

Selain meminta keterangan dari Said Iqbal, JPU juga memanggil ajudan Prabowo dan dua pendemo Chairulah dan Harjono. Kehadiran para saksi ini untuk memenuhi unsur-unsur dakwaan Ratna sebab keterangan para saksi ini masih dibutuhkan.

Adapun pemanggilan dua pendemo oleh Jaksa Penuntut Umum adalah untuk membuktikan bahwa perbuatan terkait hoaks sudah menimbulkan keonaran. Saat itu, Chairullah dan Harjono menuntut penegak hukum agar mengusut tuntas kasus penganiayaan dan menangkap pelakunya. Selain itu, jaksa juga ingin membuktikan bahwa penyebaran informasi bohong tersebut menjadi konsumsi publik dan menimbulkan keonaran.

Adapun mengenai keterlibatan ajudan Prabowo, Ratna memang meminta agar Said Iqbal mempertemukannya dengan Prabowo. Ratna pun mengirimkan foro wajahnya yang lebam kepada Iqbal untuk diteruskan kepada ajudan Prabowo.

Namun pada sidang hari ini, Rocky Gerung dan Tompi belum memenuhi panggilan Jaksa. Keduanya sudah dipanggil menjadi saksi dua kali termasuk hari ini. Padahal keterangan Rocky diperlukan untuk menguatkan dakwaan jaksa. Sementara keterangan Tompi diperlukan untuk memperkuat bukti dan dakwaan. Selanjutnya kedua nama ini akan kembali dipanggil dalam sidang pada 23 April 2019 mendatang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here