Kamu Harus Tahu Beberapa Perbedaan di Debat Capres Kelima

0
103
Debat capres kelima
Debat capres terakhir

Elahan.com, Sabtu ini akan digelar debat capres kelima sebelum pemilu 17 April 2019 nanti. Ini merupakan debat terakhir yang bisa menjadi referensi bagi pemilih yang belum menentukan pilihan.

Namun, ada beberapa catatan dari berbagai pihak pada debat capres keempat. Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan (LIPI) bidang Pertahanan dan Keamanan, Diandra Megaputri Menko menilai tidak ada substansi baru yang disampaikan oleh kedua calon presiden.

Jokowi dan Prabowo disebut tidak menawarkan sesuatu yang baru karena sama-sama ingin meningkatkan anggaran ekonomi pertahanan dan keamanan. Mereka akan melanjutkan program ‘Minimum Essensial Force’ dari 2020-2024.

Kata Diandra, kedua capres itu berdebat saling menjawab pertanyaan masing-masing. Seperti Prabowo yang lebih mengarah ke fisik seperti kedaulatan negara dan kebutuhan wilayah. Sedangkan Jokowi lebih menekankan pada Human Security yang memberikan rasa aman bagi manusia dengan bentuk kerja sama internasional.

Berbeda dengan Analis politik Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menyebut debat capres keempat adalah yang paling baik. Prabowo dinilai Pangi bisa ‘menyerang’ gagasan dan kebijakan Jokowi, bukan menyerang personal. Sementara capres 01 sukses menarik perhatian milenial dengan menggunakan istilah seperti dilan (digital melayani) dan Mal Pelayanan Publik.

Debat Capres kedua pasangan
Debat capres Jokowi-ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga

Pangi mengatakan keduanya berhasil tampil dengan karakter aslinya. Joko Widodo yang lebih santai dan kalem, sementara Prabowo Subianto yang garang sejak awal debat. Akan tetapi, di debat keempat ini hanya menguatkan pendukung masing-masing, tetapi belum efektif menggaet undecided voters atau pemilih yang belum menentukan pilihan.

Jokowi yang punya capaian-capaian selama menjabat serta data harusnya bisa lebih memikat dan tidak datar. Sementara Prabowo yang menggebu-gebu dan cenderung ofensif bisa membuat swing voters semakin menjauh.

Menurut Pangi, sasaran utama mereka dari debat ini adala swing voters dan undecided voters agar meningkatkan jumlah elektoral. Tentu saja pada debat pamungkas ini keduanya harus memaksimalkan kesempatan untuk mendapatkan tambahan dukungan.

Debat yang akan dilaksanakan Sabtu, 13 April 2019 nanti akan ada sedikit perbedaan dari debat-debat sebelumnya. Berikut beberapa perbedaannya:

1. Jumlah undangan tambahan

Pada debat capres terakhir nanti, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menambah jumlah undangan untuk kedua pendukung. Jika sebelumnya setiap kubu bisa mengundang 100 orang, nanti akan ditambah. Total seluruh undangan ada 500 dengan pembagian, 200 undangan KPU, 150 undangan untuk TKN Jokowi-Ma’ruf, dan 150 undangan untuk BPN Prabowo-Sandiaga.

Penambahan ini didasarkan pada evaluasi debat-debat sebelumnya yang dinilai KPU semakin tertib. Meskipun masih ada catatan-catatan pada debat keempat, tetapi secara keseluruhan tamu undangan dari masing-masing kubu sudah lebih aman. Kedua kubu paslon juga sudah berkomitmen untuk sama-sama menjaga ketertiban. Selain itu, nama-nama oknum yang dianggap membuat gaduh di debat keempat minggu lalu, tidak mendapat rekomendasi untuk diundang oleh KPU.

2. Sanksi bagi penonton

Pada debat yang dilaksanakan di Hotel Sultan, Jakarta Pusat nanti, akan ada sanksi bagi para penonton yang tidak tertib dan gaduh di lokasi debat nanti. Komite Damai akan bersikap tegas jika melihat dan memantau para penonton yang membuat keributan. Komite Damai ini terdiri dari KPU, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), TKN Jokowi-Ma’ruf, dan BPN Prabowo-Sandiaga.

3. Tim Panelis debat capres dari seluruh Indonesia

KPU memutuskan tim panelis untuk lebih banyak melibatkan guru besar dari perguruan tinggi yang ada di luar pulau Jawa seperti Unversitas Udayana, Universitas Pattimura, Universitas Samratulangi, Uniiversitas Andalas, dan Universitas Cendana (NTT). Tetapi nggota tim panelis ini belum diputuskan, yang kemungkinan berikisar antara 9-11 onggota.

4. Mengadakan doa bersama

Pada debat dengan tema Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial, Keuangan, dan Investasi, serta Perdagangan dan Industri ini akan digelar doa bersama yang belum pernah diadakan pada debat-debat sebelumnya. Doa akan dipimpin oleh ulama dan dihadiri tokoh seluruh agama di Indonesia.

KPU berharap agar dari debat capres terakhir nanti menjadi tanda berakhirnya kampanye dan bisa memberikan ketenangan serta membuat masyarakat lebih jernih menggunakan hak pilihnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here