Kasus yang Diduga Penyebab Penyiraman Novel Baswedan

0
19
Novel Baswedan
Penyebab penyiraman air keras kepada Novel Baswedan

elahan.com, Nama Novel Baswedan ramai diperbincangkan setelah mengalami peristiwa disiram air keras oleh orang tak dikenal. Banyak pihak menduga peristiwa ini ada kaitannya dengan pekerjaan Novel sebagai penyidik KPK. Selama karirnya telah banyak kasus korupsi yang berhasil diungkap.

Novel menjabat sebagai penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi sejak 2007. Sebelumnya, Ia bekerja di Bareskrim Mabes Polri setelah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Bengkulu pada tahun 2004. Novel merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1998.

Karir suami Rina Emilda sebagai penyidik KPK terbilang bersinar. Terbukti dengan banyaknya kasus korupsi yang berhasil diungkapkan. Maka bukan tidak mungkin lawan-lawan Novel berkeinginan mencelakainya. Sebelum peristiwa penyiraman, Novel juga pernah tersandung kasus dan ditangkap oleh polisi pada 2015.

Novel Baswedan terjerat dalam kasus kala dirinya bertugas di Polres Bengkulu. Ia ditangkap terkait penembakan tersangka pencurian sarang walet pada 2004. Kasus ini dinilai janggal oleh berbagai kalangan. Sebab kasus tersebut dibuka kembali saat Novel sedang gencar-gencarnya mengungkap kasus dugaan korupsi simulator SIM yang terjadi dalam Polri. Belum lagi, Novel telah disimpulkan bukan pelaku pada sidang etik Polri kala itu.

Dari sederet peristiwa yang menimpa Novel Baswedan, memang tidak salah bila mengaitkan dengan pekerjaannya. Penyidik KPK memang dianggap selalu mengusik para pelaku korupsi. Kegigihan dan keberanian Novel membawanya mampu membuka kasus-kasus besar di Indonesi.

Apa saja kasus korupsi besar yang ditangani Novel Baswedan? Berikut ringkasannya:

Kasus korupsi e-KTP

Kasus tentang pengadaan E-KTP untuk tahun 2011-2012 sebagai rencana Kementerian Dalam Negeri. Banyak ditemui kejanggalan dalam realisasinya. Proses tender saja ditaksir telah merugikan negara sebesar 2,3 triliun. Irman dan Sugiharto (pejabat Kementerian Dalam Negeri) ditetapkan sebagai tersangka setelah melakukan berbagai penyidikan sejak 2012.

Kasus ini pun meluas hingga menyentuh sejumlah nama pejabat penting. Beberapa politisi yang menjadi terdakwa adalah Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Timur), Olly Dondokambey (Gubernur Sulawesi Utara), Anas Urbaningrum, Markus Nari, Jafar Hafsah (anggota DPR RI periode 2009-2014) hingga Setya Novanto yang telah ditetapkan sebagai tersangka (Ketua DPR RI periode 2009-2014). Markus Nari dan Miryam S Haryani (anggota DPR) juga ditetapkan sebagai tersangka karena telah memberikan keterangan palsu saat persidangan.

Kasus mantan Ketua Mahkamah Konstitusi

Kasus yang melibatkan Akil Mochtar yang terbukti menerima suap dari sejumlah sengketa Pilkada. Beberapa kasus suap yang ditangani mantan ketua MK ini adalah Pilkada Kabupaten  Gunung Mas, Pilkada Kalimantan Tengah, Pilkada Lebak Banten, Pilkada Kabupaten Pulau Morotai, Pilkada Kabupaten Tapanuli Tengah dan menerima janji pemberian pada laporan keberatan hasil Pilkada Jawa Timur.

Kasus ini menjadi kasus dengan drama panjang. Karena kasus ini berkembang hingga menyeret sejumlah kepala daerah yang dimenangkan perkaranya oleh Akil Mochtar. Seperti Ratu Atut Chosiyah (mantan Gubernur Banten), Buton Samsu Umar (mantan Bupati Buton), Rusli Sibua (mantan Bupati Morotai), serta Budi Antoni Aljufri dan istri (mantan Bupati Empat Lawang).

Kasus Wisma Atlet

Kasus tentang adanya mark up atau penggelembungan harga hingga menyebabkan negara rugi 25 miliyar. Kasus pengadaan wisma atlet SEA Games di Jakabaring, Palembang, Sumatra Selatan pada era pemerintahan SBY. Sejumlah nama penting yang ikut terseret adalah Rizal Abdullah (Komite Pembangunan Wisma Atlet SEA Games), Muhammad Nazaruddin (Bendahara Umum Partai Demokrat), Mindo Rosalina (anak buah Nazaruddin), Wafid Muharam (mantan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga) dan Mohammad El Idris (Direktur Pemasaran PT Duta Graha Indah).

Bukan hanya itu, kasus ini berkembang dan menjerat sejumlah anggota DPR RI pada era SBY. Kasus yang berkembang ini membuka kebobrokan proyek pembangunan pusat pelatihan dan pendidikan sekolah olahraga (P3SON). Angelina Sondank dan Anas Urbaningrum (anggota DPR RI) serta Andi Mallarangeng (Menteri Pemuda dan Olahraga) adalah nama-nama yang terlibat dalam kasus ini.

Kasus suap impor daging

Kasus dengan tersangka Basuki Hariman tengah diperbincangkan semenjak berita laporan buku merah oleh Indonesialeaks. Novel sendiri mengatakan bahwa kasus suap impor danging ini luput dari Tim Gabungan Pencari Fakta. Kasus ini diduga berkaitan denga penyerangannya pada 2017 lalu. Dalam kasus buku merah, dilaporkan ada dua petugas yang diduga penyidik Polri terekam CCTV. Keduanya sedang merobek catatan yang berisi daftar penerima suap. Diduga Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menerima aliran dana suap impor daging ini. Meskipun begitu belum ada bukti kuat mengenai hal ini.

Apa yang dialami Novel Baswedan mengakibatkan kerusakan pada kedua bola matanya. Kualitas penglihatan mata kirinya menurun sedangkan mata kanannya tidak berfungsi dengan baik. Tidak menutup kemungkinan Novel akan mengalami kebutaan permanen. Saat ini Novel melihat dari ata kirinya yang terkena siraman air sedangkan mata kananya hanya mampu menangkap cahaya terang dan gelap.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here