Kedubes AS dihujani Roket, Jelang 1 Tahun Qassem Soleimani Meninggal

0
5
Qassem Soleimani
Kedubes AS dihujani Roket, Jelang 1 Tahun Qassem Soleimani Meninggal

Elahan.com, Kematian Jenderal Qassem Soleimani akibat serangan mematikan pada 3 Januari 2020 lalu masih meninggalkan dendam. Meski Iran telah melakukan penyerangan terhadap pangkalan militer AS di Irak, nampaknya itu belum bisa membalaskan dendam. Pada 8 Januari 2020 silam, Iran meluncurkan rudal balistiknya ke pangkalan militer AS di Irak.

Kini setelah hampir setahun berlalu, serangan yang menyasar AS kembali terjadi. Pada hari Minggu (20/12/2020), delapan roket kembali menghujani Kedutaan Besar Amerika Serikat di Zona Hijau Baghdad. Kejadian tersebut memicu kekhawatiran akan kerusuhan baru menjelang peringatan satu tahun pembunuhan Soleimani.

Dilaporkan, serangan roket tersebut melukai satu petugas keamanan Irak yang menjaga pos pemeriksaan. Selain itu juga menyebabkan kerusakan material pada beberapa mobil serta komplek perumahan yang biasanya kosong.

“Kedutaan AS mengkonfirmasi roket yang menargetkan Zona Internasional (Zona Hijau) mengakibatkan keterlibatan sistem pertahanan kedutaan,” kata pernyataan itu, menambahkan bahwa ada kerusakan kecil di kompleks Kedutaan.

Amerika Serikat terpaksa menarik beberapa stafnya dari Kedutaan Besarnya di Baghdad awal bulan ini. Washington juga mengurangi personel militer di wilayah tersebut, sebelum peringatan pertama serangan udara AS yang menewaskan Jenderal Tertinggi Iran, Qassem Soleimani pada 3 Januari 2020.

Para pejabat AS mengatakan, pengurangan pasukan dipicu kekhawatiran tentang kemungkinan adanya serangan balasan. Seperti diketahui, pembunuhan Soleimani telah memicu kemarahan dan membuat parlemen Irak mengeluarkan resolusi yang tidak mengikat beberapa hari kemudian, menyerukan pengusiran semua pasukan asing dari Irak.

Di Irak, AS berencana untuk mengurangi jumlah pasukan dari 3.000 menjadi 2.500 pada pertengahan Januari 2021. Langkah ini diambil sebelum Trump meninggalkan jabatannya, digantikan Joe Biden pada 20 Januri 2021. Namun, frekuensi serangan roket di Irak telah membuat frustrasi pemerintahan Trump.

Para pejabat AS menuding milisi yang didukung Iran sebagai otak di balik serangan-serangan roket di fasilitas AS, termasuk di dekat kedutaan besar di Baghdad ini. Namun, belum ada kelompok-kelompok dukungan Iran yang mengklaim serangan ini. Polisi dan petugas medis mengonfirmasi seorang anak terluka ringan, dan mengatakan penyebab luka adalah pecahan roket yang jatuh di sebuah rumah.

Dari tiga roket Katyusha, dua roket di antaranya mengahantam zona hijau Baghdad. Melansir The Guardian, kawasan itu merupakan area yang dijaga dengan ketat. Di dalamnya terdapat gedung-gedung pemerintahan dan urusan luar negeri, termasuk Kedutaan Besar Amerika Serikat beserta pegawainya.

Kepolisian Baghdad menyebutkan, roket itu diluncurkan dari Distrik Zarafaraniyah di luar wilayah ibu Kota Irak tersebut. Reporter BBC melaporkan, di dalam gedung Kedubes AS terdengar suara alarm yang diikuti dengan imbauan kepada semua orang untuk berlindung.

Juru bicara militer Amerika yang ada di sana mengaku, mendengar suara roket tersebut jatuh di sekitar kompleks militer dan kedutaan. Petugas mengatakan, tidak ada korban jatuh dalam kejadian pagi tadi. Sehari sebelumnya, The Associated Press melaporkan bahwa protes kembali muncul di Baghdad dan menelan korban tewas sebanyak tiga orang. Sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka, termasuk 14 petugas kepolisian Irak. Protes kembali melonjak di Baghdad pada hari Senin dengan setidaknya tiga orang tewas dan puluhan lainnya terluka, menurut The Associated Press.

Sebelumnya, pada 8 Januari 2019, sebanyak dua rudal juga pernah mendarat di kawasan tersebut. Peristiwa itu terjadi beberapa jam setelah Iran meluncurkan belasan rudalnya ke dua pangkalan militer AS di Irak.

Rudal-rudal tersebut merupakan serangan balasan dari Iran atas kematian Jenderal Qasem Soleimani pada 3 Januari silam. Jenderal Iran tersebut meninggal akibat serangan udara dari Amerika Serikat menggunakan pesawat tanpa awak di Irak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here