Kejaksaan Agung Periksa Enam Saksi Terkait Jiwasraya

0
15
jiwasraya
Kejaksaan Agung Periksa Enam Saksi Terkait Jiwasraya

elahan.com, Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa enam orang saski kasus Jiwasraya untuk dimintai keterangannya terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi tersebut. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono mengatakan keenam saksi tersebut yakni, eks pejabat perusahaan Syahmirwan, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera, Heru Hidayat. Kemudian, eks Dirut PT. Andromeda Internasional Syafrial, eks Direktur Pemasaran PT. Asuransi Jiwasyara De Young Adrian, Mediarto Prawiro, dan Sherly

“Enam orang tersebut diperiksa sebagai saksi untuk mendukung pembuktian pasal sangkaan terhadap tersangka BT (Benny Tjokro) dan JHT (Joko Hartoni Tirto),” ujar Hari, Rabu (18/3/2020)

Selain itu, Hari juga mengatakan penyidik Kejaksaan Agung telah memasang plang peyitaan aset tanah milik tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya tersebut. Penyitaan itu dilakukan di tiga wilayah di Kabupaten Lebak Banten. Namun hingga demikian Kejagung tidak menyebutkan siapa tersangka yang memiliki aset tanah di tiga wilayah di Kabupaten Lebak, Banten, tersebut.

“Plang sita atas sertifikat tanah yang sudah disita di tiga wilayah antara lain di Kabupaten Lebak Banten sebanyak 458 titik, di Kabupaten Tanggerang sebanyak 38 titik, di Kabupaten Bogor 340 titik,” tuturnya

Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan enam tersangka terkait kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Mereka dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b serta Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Mereka ialah Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat, dan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim. Tersangka lain meliputi mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya Syahmirwan, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo, dan Direktur Utama PT Maxima Integra Joko Hartoni Tirto. Benny dan Heru juga ditetapkan sebagai tersangka pencucian uang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here