Kekhawatiran Mengenai Defisit Keungan BPJS Kesehatan, Dibicarakan oleh Pengurus IDI dengan Jokowi

0
265
BPJS Kesehatan
Defisit BPJS Kesehatan

Elahan.com – Defisit keuangan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) termasuk BPJS Kesehatan kian mengkhawitarkan. Hal inilah yang membuat pengurus IDI (Ikatan Dokter Indonesia) mengundang presiden Jokowi untuk membicarakan kekhawatiran ini. Pertemuan tersebut dilakukan di istana Merdeka, Jakarta pada senin tanggal 24 september 2018.

Usai pertemuan itu Ilham Oetama Marsis selaku pengurus besar IDI menyampaikan kekhawatirannya perihal defisit keuangan BPJS. Ilham Oetami menjelaskan jika dengan pola operasiona sekarang ini, dengan defisit besar, dikhawatirkan KJN akan mengalami kegagalan. Ujar Ilham Saat memberikan keterangan kepada pers di kantor presiden.

Menurut beliau, terjadinya defisit keuangan BPJS lantaran sistem yang dijalankan selama ini tidak transparan. Sehingga mampu memberi celah kepada oknum dokter atau rumah sakit untuk melakukan tindakan tidak terpuji.

Inilah yang menjadi penyebab Presiden Jokowi disarankan untuk melakukan pembenahan terhadap lembaga pelayanan kesehatan tersebut. Ilham juga menambahkan bahwa ‘tentunya kata kunci ke depan adalah perubahan yang harus di capai dengan cepat, diperlukan transformasi.’

Tidak hanya mengenai kekhawatiran defisit keuangan Badan Pelayanan Jasa Sosial atau BPJS Kesehatan. Namun, Ikatan dokter Indonesia (IDI) juga menawarkan kepada Jokowi, suatu konsep pendidikan kedokteran yang relevan dengan perubahan. Konsep baru ini telah dimuat dalam draf revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2013. Revisi UU tersebut mengenai pendidikan kedokteran yang didorong IDI ke DPR sejak tahun 2016.

Kita harus sadar bahwa dunia pendidikan kedokteran telah berubah dan telah memasuki sebuah revolusi industry. Juga beberapa negara sudah mengubah pola pendidikan yang mampu menjawab akselerasi dalam diagnostic terapi, jelas Ilham Oetama.

Mereka juga memberi pernyataan bahwa tentu saja mereka mengundang Presiden Jokowi untuk hadir dalam muktamar ke-30 IDI. Ini disebabkan karena mereka mengharapkan adanya arahan mengenai apa yang akan dilakukan. Mengharapkan, seperti dengan adanya keynote speaker terutama untuk masalah yang berkaitan dengan masalah kedokteran. Muktamar yang sudah memasuki tiga dekade ini akan berlangsung di kota Samarinda pada tangga 23 oktober hingga 28 Oktober tahun 2018.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here