Komentar Andi Arief Terkait Faksi Keumatan dalam Koalisi Prabowo-Sandi

0
42
Andi Arief gabung faksi kerakyatan
Andi Arief sebut Partai Demokrat masuk ke Faksi Kerakyatan

Elahan.com, Andi Arief menyebut ada faksi-faksi dalam koalisi Adil Makmur yang mengusung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. Wakil Sekjen Partai Demokrat ini menyebut salah satu faksi dalam koalisi Prabowo adalah Faksi Keumatan.

Andi mengatakan Partai Demokrat tidak akan bergabung dalam faksi tersebut dan lebih memilih faksi kerakyatan karena merasa bertanggung jawab terhadap rakyat. Dia juga meminta agar Prabowo sebagai pemimpin koalisi bisa mendengar suara semua faksi dalam koalisi.

Andi juga tidak ingin jika koalisi Adil Makmur dipimpin oleh Faksi Keumatan. Bahkan menurutnya lebih baik Partai Demokrat yang memimpin. Munculnya faksi-faksi dalam koalisi pengusung paslon 02 ini menimbulkan pertanyaan. Namun Andi tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai adanya Faksi Keumatan maupun Faksi Kerakyatan.

Sehari sebelumnya Susilo Bambang Yudhoyono, ketua umum Partai Demokrat menulis surat yang berisi kritik kampanye akbar yang diadakan Prabowo di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Minggu, 7 April 2019.

Andi Arief sebut ada faksi keumatan di kubu Prabowo
Andi Arief komentari kampanye akbar Prabowo

Surat itu berisi kritikan SBY terhadap kampanye Prabowo yang dinilai tidak lazim dan tidak bersifat inklusif, kebhinekaan, dan kemajemukan. SBY juga mengingatkan bahwa kampanye tidak menyebabkan adanya demonstrasi terlebih adanya show of force yang berbasis agama, kedaerahan, etnis, maunpun bernuansa ideologi, paham dan polarisasi politik ekstrem. Karena seorang pemimpin haruslah memimpin untuk semua.

Akan tetapi jika hanya mengedepankan identitas atau menarik garis kawan atau lawan bagi rakyat sendiri, menurut SBY, hampir dipastikan menjadi pemimpin yang rapuh.

Lebih lanjut, Andi menyatakan tidak sepakat jika tim Prabowo-Sandi menjadikan politik identitas menjadi salah satu strategi kampanye mereka. Menurut Andi, politik identitas tidak pernah menang sejak pemilu 1955. Meskipun pernah sukses diterapkan pada pilkada di Jakarta tahun 1987 dan 2017.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengklarifikasi soal kampanye akbar yang disinggung SBY. Andre mengatakan kampanye itu dihadiri oleh semua kalangan dan seluruh agama. Sebab menurut dia, Prabowo merupakan calon presiden untuk seluruh umat, seluruh suku dan juga ras di Indonesia. Terbukti dengan hadirnya beberapa tokoh agama elain Islam, mulai dari tokoh Kristen hingga Tionghoa.

Komentar Andi Arief tersebut dibantah oleh Ketua Panitia Kampanye Akbar, M Taufik, yang mengatakan politikus Partai Demokrat itu kurang cerdas mengenai pernyataan Faksi Keumatan. Andi disebut Taufik tidak mengetahui kondisi di lapangan karena tidak hadir.

Koalisi Prabowo-Sandi juga dipastikan Taufik merupakan koalisi kepartaian. Jika ada umat yang mendukung, tentu saja itu hal yang tidak bisa ditolak dan hal yang wajar.

Pada kampanye akbar tersebut memang diisi dengan salat Subuh berjamaah. Menurut Taufik, hal itu merupakan keinginan umat yang ingin mencetak sejarah pada proses pergantian pemimpin. Kegiatan ibadah juga tidak boleh dilarang oleh siapa pun.

Rangkaian terbuka yang digelar di SUGBK tersebut dimulai pukul 04.00 dengan salat Subuh berjamaah, dilanjutkan dzikir bersama lalu orasi politik dari ketua umum pastai pengusung paslon 02. Diklaim kampanye tersebut dihadiri oleh lebih dari 1 jutaan orang.

Spekulasi juga muncul ketika Agus Harimurti Yudhoyono tidak terlihat hadir pada kampanye akbar Prabowo-Sandi di SUGBK Minggu lalu. Tetapi Andi menyebut hal tersebut karena AHY sedang dalam kondisi yang tidak sehat.

Kondisi kesehatan komandan Komando Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat tersebut menurut Andi Arief sudah membaik dan bisa mengikuti kampanye mendampingi calon presiden nomor urut 02 di Solo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here