KPK Akan Dalami Kasus Korupsi Bansos Covid-19 dan Pihak yang Terlibat

0
5
KPK
KPK Akan Dalami Kasus Korupsi Bansos Covid-19 dan Pihak yang Terlibat

Elahan.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus mendalami dugaan aliran uang kasus korupsi bantuan sosial Covid-19 yang turut dinikmati pihak lain selain Menteri Sosial Juliari Batubara. Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat mengatakan sejauh ini bukti permulaan yang ditemukan tim penyidik dalam kasus ini yakni adanya dugaan uang suap yang diterima oleh pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Seluruh data dan informasi terkait pengadaan bansos tersebut tentu akan didalami dan digali dari keterangan para saksi yang akan dihadirkan dalam proses penyidikan tersebut,” ujarnya.

Ali juga menanggapi pernyataan Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman yang menduga nilai yang dikorupsi Juliari lebih dari Rp 10 ribu perpaket bansos. Boyamin menyakini bahwa berdasarkan perhitungannya perpaket diambil senilai Rp 33 ribu. Berdasarkan penelusuran di lapangan, dari nilai Rp 300 ribu yang dianggarkan Kemensos untuk perpaket bansos, Boyamin menduga sebanyak Rp 82 ribu yang dipotong untuk masuk kantong pribadi.

“Jadi anggaran Rp 300 ribu, terus dipotong Rp 15 ribu untuk transport, Rp 15 ribu untuk tas goodie bag. Jadi seakan-akan pemborong mendapatkan Rp 270 ribu. Kalau berdasarkan barang yang ada di lapangan yang diterima masyarakat senilai Rp 188 ribu. Jadi artinya dugaan yang dikorupsi adalah Rp 82 ribu,” kata Boyamin.

Dari nilai itu, Boyamin menyebut pemenang tender diperbolehkan mengambil keuntungan dengan batas maksimal 20 persen. Dengan demikian, pemenang tender memperoleh keuntungan maksimal Rp 54 ribu berdasarkan perhitungan 20 persen dari Rp 270 ribu. Sebab itu Boyamin menduga ada pula pihak lain yang turut kecipratan kasus korupsi bansos Covid-19 ini.

“Berarti Rp 23 ribu tadi bisa saja untuk bancakan, ada yang ke pejabat, ada yang ke pemborong sendiri. Jadi pemborong mengambil untungnya lebih dari 20 persen. Karena apa? Selain dugaan untuk bancakan antara pemborong dan pejabat senilai Rp 23 ribu tadi, karena sudah dipotong untuk Mensos Rp 10 ribu,” kata dia.

KPK telah menetapkan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara dan empat tersangka lainnya sebagai tersangka suap terkait program bantuan sosial penanganan virus corona (Covid-19). Keempat tersangka lainnya adalah, pejabat pembuat komitmen di Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono, serta Ardian I M dan Harry Sidabuke selaku pihak swasta. Dengan adanya dugaan pihak lain oleh Boyamin, KPK masih akan terus mendalami kasus ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here