KPK Akui Sedang Menyelidiki Dugaan Korupsi di Papua

0
56
Febri Diansyah akui KPK memang sedang menyelidiki dugaan korupsi di Papua
Febri Diansyah akui KPK memang sedang menyelidiki dugaan korupsi di Papua (istimewa)

elahan.com – Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menyilidiki dugaan korupsi di Papua terkait proyek dan anggaran.

Hal tersebut dinyatakan setelah adanya dugaan penganiayaan yang dialami dua penyelidik KPK di Hotel Borobudur, Jakarta pada Sabtu (2/2/2019). Febri mengatakan, bahwa sebelum kejadian tersebut terjadi, sedang ada rapat pembahasan hasil review Kemendagri mengenai RAPBD Papua tahun 2019.

“KPK memang sedang mencermati sejumlah dugaan korupsi terkait proyek dan anggaran di Papua,” kata Febri melalu keterangan tertulisnya pada Selasa (5/1/2019).

Namun, Febri tidak memberitahu secara detail kasus apa yang sedang diselidiki oleh KPK. Dirinya mengatakan keterangan detail kasus tersebut akan disebarkan ke publik setelah masuk ke tahap penyidikan.

“Jika sudah masuk tahapan penyidikan dan memungkinkan disampaikan pada publik, akan kami informasikan sebagai hak publik untuk tahu,” ujar Febri.

Febri menyatakan, bahwa pihaknya sudah menugaskan tim secara khusus untuk melakukan upaya perbaikan dan pencegahan kasus tersebut di Papua melalui tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan.

Febri juga telah menyebutkan perkembangan pelaksanaan rencana aksi Pemprov Papua per 11 Januari 2019 sebesar 58 persen. Menurutnya penyelidikan KPK ini dilakukan untuk mendukung pembangunan di Papua.

“Upaya KPK melakukan pencegahan di sejumlah daerah ini kami lakukan secara serius dalam rangka mendukung pembangunan di Papua dengan cara mencegah korupsi di berbagai sektor,” ucap Febri.

Selain itu, dia mengatakan pimpinan KPK sudah menjenguk salah satu dari dua pegawai KPK bernama Gilang yang menjadi korban penganiayaaan. Dia menyatakan bahwa Gilang belum bisa pulang karena masih butuh perawatan setelah menjalani operasi.

“KPK memastikan setiap resiko yang diterima pegawai dalam menjalankan tugasnya. Hal tersebut berupakan tanggung jawab KPK secara kelembagaan, baik medis, keamanan ataupun pendampingan hukum,” ucapnya.

Juru Bicara KPK itu juga mengatakan pegawai KPK yang menjadi korban penganiayaan sudah melakukan visum dan rekam medis. Dia mengatakan, dua dokumen tersebut akan dijadikan bahan pembuktian atas tindak pidana yang terjadi di Hotel Borobudur, Jakarta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here