KPU Berkomentar Soal Prabowo Subianto Mundur Pilpres 2019

0
107
Komisioner KPU Wahyu Setiawan (istimewa)
Komisioner KPU Wahyu Setiawan (istimewa)

Elahan.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) memberikan komentar berhubungan ancaman mundur dari Pilpres 2019 Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Djoko Santoso menyinggung, Capre nomor urut 01 ini menakut-nakuti mundur andai ditemukan kecurangan dari KPU, Pemerintah ataupun Bawaslu.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan membeberkan bersangkutan Pilpres sudah ditata dalam UU Nomor 7 tahun 2017.

“Kami belum berkomentar (ancaman Prabowo) namun yang tentu segala sesuatu sudah ditata dalam UU Nomor 7 tahun 2017. Jadi terdapat hak dan keharusan paslon setelah diputuskan sebagai peserta Pemilu,” singkat Komisioner KPU Wahyu Setiawan di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Senin (14/1).

Wahyu pun membantah dengan tegas anggapan menyinggung KPU telah tidak netral. Malah ia mempertanyakan di unsur mana terdapat ketidaknetralan KPU.

“Loh kami netral. Coba kami tidak netral dalam urusan apa. Sebutkan satu saja, kami tidak netral dalam urusan apa. Kami sampai ucapkan di ILC bahwa kami tidak tunduk pada TKN 01, pada BPN 02, tidak cukup jelas apa netralitas kami,” bebernya.

Djoko Santoso mengungkap capres yang diusungnya bakal mundur dalam Pilpres 2019, ketika safari politik di Malang, Jatim, Minggu (13/1) kemarin.

Pelaksana Pemilu ini dituding berpihak, sebab membolehkan seorang dengan disabilitas mental mempunyai hak memilih di Pemilu 2019, ungkapan Prabowo kata Djoko.

“Prabowo Subianto akan mengucapkan pidato kebangsaan. Memang agar tidak terkejut barangkali, bila tetap nanti dikatakan Prabowo Subianto, pengakuan terakhir Prabowo Subianto ialah kalau memang potensi kecurangan tersebut tidak dapat dihindarkan, maka Prabowo Subianto bakal mengundurkan diri,” beber Djoko.

Informasi tambahan bahwa hak pemilih disabilitas, tergolong tunagrahita ialah dijamin negara. Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini pernah menerangkan, bahwa menurut pakar psikiatri, disabilitas mental ialah sebuah situasi episodik, atau tidak permanen.

“Jadi walau penderita merasakan disabilitas dalam sebagian faedah mentalnya, mereka tetap dapat hidup normal dan dapat menilai yang terbaik menurut keterangan dari diri mereka. Oleh sebab itu, mesti diluruskan lagi perspektif dan paradigma masyarakat soal pemilih disabilitas mental,” jelas Titi lewat siaran pers, 20/11/2018.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here