KPU Pertimbangkan Umumkan Caleg yang Tak Buka Data Pribadi

0
56
Ilustrasi Kantor KPU
Ilustrasi Kantor KPU (istimewa)

Elahan.comKPU mempertimbangkan untuk memberitahukan nama caleg yang tidak membuka data dirinya untuk publik. Hal ini dilaksanakan karena masih terdapat 2.049 calon legislatif yang belum pun membuka datanya untuk masyarakat.

Komisioner KPU ( Komisi Pemilihan Umum) Ilham Saputra mengatakan, pemberitahuan ini dilaksanakan bukan guna dipatuhi calon legislatif. Namun, supaya masyarakat memahami calon mana yang tidak inginkan membuka data dirinya.

KPU tidak bisa memberi sanksi untuk calon legislatif lantaran pencantuman data diri eksemplar isian BB2 adalah hak seperti ditata dalam UU (Undang – Undang) Keterbukaan Informasi Publik.

Meski demikian, KPU mempertimbangkan untuk memberitahukan nama-nama tersebut supaya masyarakat bisa menilai siapa saja calon legislatif yang tidak membuka data diri dan pribadi untuk publik. “Kami pertimbangkan pemberitahuan resmi,” ungkap Ilham saat berada di KPU, Kamis (7/2).

Formulir BB2 mengandung data pribadi, riwayat pendidikan, empiris pekerjaan, empiris organisasi, publikasi yang diterbitkan, penghargaan yang pernah didapatkan, sampai data keluarga. Ilham meyakinkan, KPU ingin supaya publik dapat memahami data-data calon legislatif.

Pengumuman yang bakal dikeluarkan ini pun disebutnya bukan sejenis susunan hitam lantaran evaluasi akan dilaksanakan oleh masyarakat sendiri. “Jadi apakah orang yang memblokir akses pantas dipilih atau tidak kami serahkan ke masyarakat,” ungkapnya.

Sedangkan Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini mempunyai angka calon legislatif yang bertolak belakang ketimbang KPU. Dia menuliskan 2.043 calon legislatif belum memberitahukan data pribadinya di website KPU.

Dari angka tersebut, calon legislatif dari Partai Demokrat menjadi yang paling tidak sedikit tidak membuka data diri, yaitu 569 orang alias 99,3 persen tidak mau melapor ke publik.

Di posisi kedua terdapat partai Hanura dengan 423 dari 427 calon legislatif yang tak mau membuka data diri untuk masyarakat. Ketiga ialah PKPI dengan 133 dari 137 calon legislatifnya  tidak membuka data pribadi. Keempat ialah Partai Perindo yang melulu 12 dari 226 calon legislatifnya membuka data diri.

Sedangkan calon legislatif Partai Nasional Demokrat sedang di posisi lima sebagai partai yang calegnya tidak membuka data pribadinya ke KPU. Tercatat melulu 334 dari 575 calon legislatif partai ini yang diketahui data dirinya. “Kami mohon pimpinan partai politik mengonfirmasi urusan ini,” ungkap Titi.

Di samping itu, Partai Golongan Karya tercatat sangat terbuka soal pelaporan data diri calon legislatif. Dari 574 orang calon, melulu 1 calon legislatif saja yang tak mau membuka data dirinya untuk masyarakat. Posisi di bawahnya ialah Partai Berkarya dengan melulu 3 dari 554 calon legislatif yang tidak dimulai di website KPU.

Berikutnya ialah Partai PPP yang terdaftar 542 dari 554 orang calon legislatifnya mau membuka data pribadi. “Kami di Perludem sarankan tidak boleh pilih calon yang datanya tidak inginkan dibuka. Apa yang diinginkan dari kandidat yang tidak mau ucapkan informasi dasar,” ungkap Titi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here