Kualitas Udara Jakarta Kian Memburuk, Pemprov DKI Lakukan Hal Ini

0
28
kualitas udara jakarta

Elahan.com, Kualitas udara Jakarta kian hari kian memburuk. Walau belum masuk kategori yang berbahaya namun perlu diwaspadai karena bisa berdampak pada kesehatan masyarakat. Berdasarkan data dari AirVisual kualitas udara Jakarta pada pukul 11.00 siang ini dikategorikan sebagai unhealthy atau tidak sehat.

Data AirVisual menunjukan saat ini Jakarta berada di peringkat kedua dengan US Air Quality Index (US AQI) 174. Kualitas udara yang cukup buruk disarankan untuk warga Jakarta tidak melakukan aktivitas bersepeda, membuka jendela, serta mengenakan masker ketika berpergian keluar rumah. Selain itu, diharap memasang filter udara di dalam rumah atau kantor.

Guna memperbaiki kualitas udara yang kian hari makin memburuk, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal menerapkan serjumlah rencana aksi untuk memperbaiki kualitas udara ibu kota. Kamis 18 Agustus 2019 lalu Gubernur DKI Anies Baswedan mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) nomor 66 tahun 2019 terkait instruksi kepada kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk segera mengatasi polusi udara di Jakarta yang kian hari kian memburuk.

Hal ini juga dikatakan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Provinsi DKI Jakarta Andono Warih mengatakan jika Pemerintah Provinsi (Pemprov) tengah berupaya untuk memperbaiki kualitas udara ibu kota. Hal ini juga tertuang dalam kegiatan strategis daerah (KSD) yaitu pengendalian pencemaran udara.

Ia menyatakan dalam penyusunan roadmap Jakarta Cleaner Air 2010 soal pengendalian pencemaran udara terdapat 14 rencana aksi yang akan digunakan untuk mewujudkan Jakarta Cleaner Air 2030. Berikut beberapa poin yang akan dilakukan Pemprov DKI guna mewujudkan Jakarta dengan udara yang bersih di tahun 2030.

Pembangunan 25 Ruas Trotoar

Dalam poin ini, Anies menginstruksikan Kepala Dinas Bina Marga untuk segera membangun trotoar di 25 ruas jalan protokol, arteri, dan jalan penguhubung menuju angkutan massal. Hal ini bertujuan untuk mendorong masyarakat menggunakan moda transportasi umum sehingga sumber polusi udara dari kendaraan bermotor pun ikut berkurang.

Perluasan Peraturan Ganjil Genap

Pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor pelat ganjil genap dipercaya oleh Pemrov dapat mengurangi kemacetan dan menekan tingkat polusi udara di Jakarta. Soal perluasan ganjil genap ini telah dilakukan selama penyelenggaraan Asian Games 2018 dan dilanjutkan untuk mewujudkan Jakarta Cleaner Air 2030.

Masa Berlaku Angkutan Umum Tak Lebih Dari 10 Tahun

Di tahun 2020 nanti, Anies Baswedan akan menginstuksikan pelaksanaan peremajaan seluruh angkutan umum melalui program Jak Lingko. Dishub DKI pun diminta untuk memastikan tidak ada kendaraan umum yang berusia di atas 10 tahun, serta kendaraan tidak lulus uji emisi yang beroprasi di DKI pada 2020.

Pembatasan Usia Kendaraan Pribadi

Tidak hanya pembatasan usia kendaraan umum tetapi juga pembatasan usia kendaraan pribadi pun juga akan dilakukan. Pemprov DKI akan segera menyiapkan aturan soal pembatasan usia kendaraan pribadi. Anies ingin kendaraan pribadi yang sudah berusia lebih dari 10 tahun dilarang beroprasi di jalan DKI Jakarta pada 2025.

Penghijauan Gedung Sekolah dan Gedung Pemda

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menginstruksikan agar dilakukannya penghijauan pada sarana dan prasarana publik berdaya serap polutan tinggi mulai 2019 guna menyerap polusi udara. Penanaman tanaman yang menyerap polusi udara pun akan dilaksanakan.

Penaikan Tarif Parkir

Sebelumnya seperti era kepemimpinan Basuki Tjahja Purnama (Ahok), Anies akan menginstruksikan kembali agar menaikan tarif parkir kendaraan. Namun, penaikan tarif parkir hanya berlaku di sejumlah jalur yang terlayani angkutan umum ibu kota.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here