Kubu Prabowo Kecewa KPU Batalkan Memfasilitasi Penyampaian Visi Misi

0
71
KPU (istimewa)
KPU (istimewa)

elahan.com – Arief Budiman memastikan KPU tidak akan memfasilitasi penyampaian visi-misi jelang debat pertama pilpres 2019, Dimana sebelumnya dijadwalkan pada 9 Januari.

Keputusan ini diambil pada Jumat (4/1) malam. Setelah rapat dengan tim pemenangan dari masing-masing paslon.

“Soal sosialisasi visi misi, tadi malam sudah diputuskan, silakan dilaksanakan sendiri-sendiri, tempat dan waktu yang mereka tentukan sendiri, jadi tidak lagi difasilitasi oleh KPU,” kata Arief.

Pihak Prabowo-Sandi menyayangkan keputusan tersebut seperti yang dikatakan calon Wakil Presiden Sandiaga Uno.

“Saya sayangkan ya bahwa ini banyak ditunggu oleh masyarakat, mereka ingin mendengar langsung visi misi yang disampaikan, sebagai penyelenggara pemilu, KPU mestinya memfasilitasi,” ujar Sandiaga di Senopati, Jakarta Selatan, Minggu (6/1/2019).

Menurutnya, penyampaian visi misi  akan lebih menjangkau ke seluruh masyarakat jika difasilitasi oleh KPU. Karena tidak akan efektif jika visi misi masing-masing pasangan calon hanya disampaikan oleh tim sukses.

“Kalau KPU yang memfasilitasi itu lebih ke seluruh masyarakat. Kalau kita, tidak mendapat jangkauan yang sejauh dan seefektif itu, jangankan visi misi kita sebagai penantang, visi misi petahana aja mereka (masyarakat) engga mengerti dia,” lanjutnya.

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi akan membuat town hall meeting. Untuk menyampaikan visi misi langsung dari pasangan capres dan cawapres. Namun, belum pasti kapan rencana tersebut akan digelar.

“Kami buat town hall meeting. Istilahnya Pak Prabowo nanti akan menyampaikan visi misi indepth, secara mendalam dari waktu tertentu. Ini belum kami tetapkan waktunya,” kata Danhil di Medan Center Prabowo-Sandi, Kebayoran Baru, jakarta Selatan, Senin (7/1).

Ketua Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi, Muhammad Taufik akan melaporkan KPU ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Taufik merasa KPU sudah bersikap tidak adil karena tidak mengoptimalkan kontestasi demokrasi di Indonesia tahun ini.

“Rakyat ini kan ingin kampanye adu program, yang mau dinilai itu program dan gagasannya, masa sepihak batalin pemaparan visi misi. Saya kira tidak adil, kami telah melakukan kajian dan akan kami laporkan ke DKPP,” kata Taufik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here