Kultum Ramadan: Kenapa Seseorang Malas Beribadah?

0
15
Mendengarkan kultum ramadan menambah pengetahuan agama
Mendengarkan kultum ramadan menambah pengetahuan agama

Elahan.com, Selama bulan puasa ini ada baiknya bagi umat islam untuk memperbanyak mendengarkan kultum ramadan untuk menambah ilmu agama. Salah satu topik yang dibahas adalah masalah tasyfiatun nufus (penyucian jiwa) yang penting untuk pribadi muslim saat ini.

Sadar atau tidak, pada dasarnya manusia sangat sulit dan malas untuk melakukan ibadah dan taat kepada Allah SWT. Mengapa? Kamu perlu membaca kultum ramadan ini hingga selesai.

Hal ini karena manusia punya hawa nafsu, meskipun berbeda-beda masing-masing orang. Ada orang yang punya hawa nafsu lebih besar sehingga menguasai dirinya, lalu bergelimang maksiat tetapi tidak merasa bersalah. Ada juga orang yang didominasi oleh hati nurani sehingga dirinya menjadi manusia yang taat.

Iman, Islam, dan ketaatan kepada Allah SWT merupakan sebuah kenikmatan. Menjalankan ibadah akan dirasakan kenikmatannya. Ada banyak dalil yang menjelaskan kenikmatan beribadah ini, salah satunya dalam QS. Al Hujurat: 7.

Kultum ramadan sebagai penambah ilmu agama
Kultum ramadan sebagai penambah ilmu agama

Pada ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah menjadikan umat muslim cinta pada keimanan dan keimanan itu indah di dalam hati mereka. Alhha SWT juga menjadikan manusia menikmati lezatnya iman. Allah juga jadikan iman sesuatu yang indah di hati manusia. Sehingga kecintaan pada kebaikan akan mengalahkan semuanya.

Di lain hadist, seperti yag diriwayatkan oleh Muslim Turmudzi dan lainnya, disebutkan bahwa Rasul pernah bersabda. Orang yang merasakan nikmatnya iman adalah orang yang ridha Allah sebagai Rabnya, Islam sebagai agamanya, dan Nabi Muhammad SAW sebagai rasulnya.

Ada tiga kriteria orang yang disebutkan oleh Rasullah SAW merasakan lezatnya, yaitu:

  1. Orang yang ridha Allah sebagai Rabnya dan mentauhidkan Allah SWT dengan penuh
  2. Menjadikan syariat Islam sebagai aturan hidupnya dan ridha bahwa Islam sebagai agamanya
  3. Mengikuti Rasulullah SAW dan menjadikannya petunjuk dalam hidupnya

Namun, banyak yang masih menganggap ketaatan sebagai sesuatu yang sulit bagi kita. Dan belum merasakan kenikmatan iman tersebut. Hal ini dialami oleh fisik manusia seperti orang yang mengalami sakit, dia akan susah makan, dan semua akan terasa pahit.

Orang yang sedang sakit selezat apapun jenis makanan yang diberikan dan dimakan akan terasa pahit. Seperti itu pula jika seseorang sedang sakit hati dan mentalnya. Apapun nutrisi yang diberikan akan terasa pahit dan ditolak. Inilah kesimpulannya, orang yang tidak merasakan nikmat iman adalah orang yang hati dan jiwanya sedang sakit.

Agar kembali normal, kita harus berusaha dulu untuk mengobati penyakit itu sebab jika dibiarkan maka selamanya kita tidak akan merasakan nikmatnya nutrisi dari iman. Hati dan jiwa yang sakit, selamanya akan susah menikmait lezatnya iman.

Ada tiga hal teori mengobati sesuatu yang sakit dalam ilmu medis, yaitu:

Pertama adalah kekuatan. Dalam dunia medis, dokter akan menyarankan pasien yang sakit untuk mengobati pasien dan menyarankan untuk makan banyak dan bergizi. Selain itu juga akan disarankan banyak istirahat, menenangkan pikiran, serta mengkonsumsi multivitamin.

Menurut Ibnul Qoyim upaya yang harus dilakukan oleh orang yang sakit hati adalah menjaga kekuatan mentalnya. Orang yang sakit hati harus dipaksa untuk mendengarkan nasehat dan ilmu yang sumbernya dari Alquran serta sunnah. Fisiknya juga dipaksa untuk beribadah dan menjalankan ketaatan. Ilmu dan amal adalah nutrisi bagi hati manusia.

Kedua, melindungi pasien dari penyakit baru yang bisa memperparah. Dokter, dalam dunia medis, pasien akan disarankan untuk menghindari pantangan sesuai jenis penyakit yang diderita pasien. Berlaku juga bagi penderita penyakit hati, segala perbuatan dosa dan maksiat harus dihindari dan dijauhi. Sebab keduanya merupakan sumber penyakit hati.

Dalam kultum ramadan kali ini, cara ketiga adalah menghilangkan penyakit yang ada dalam dirinya. Dokter akan memberikan antibiotik dengan dosis sesuai dengan penyakit pasien. Sedangkan menurut Ibnul Qoyim, caranya adalah dengan bertaubat, beristighfar, dan meminta ampunan dari Allah SWT. Sebab hanya dengan bertaubat, dia menghilangkan penyakit hati berupa dosa dalam dirinnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here