Kurs Dollar ke Rupiah Tembus Rp14.441, Utang Negara Semakin Menumpuk

0
72
Kurs Rupiah Terhadap Dollar
Kurs Rupiah

Elahan.com, Nilai tukar rupiah atau Kurs rupiah terhadap kurs Dollar semakin terpuruk di angka Rp14.441, pelemahan rupiah ini sudah terjadi sejak beberapa bulan yang lalu.

Tentunya akan ada berbagai dampak pada perekonomian masyarakat Indonesia. Bagi perusahaan atau industri yang menjalankan bisnis ekspor, lemahnya nilai tukar rupiah ini akan menguntungkan. Pemasukkan yang didapatkan akan semakin besar, industri impor juga akan terpengaruh  misalnya industri makanan dan minuman yang melakukan impor bahan bakunya, lemahnya kurs rupiah terhadap dollar ini memungkinkan produsen untuk menaikkan harga jualnya. Sedangkan dampak lainnya yang akan dihadapi Indonesia adalah semakin menumpuknya utang luar negeri yang dibayarkan.

Utang luar negeri Indonesia terus meningkat. Bank Indonesia mencatat, utang luar negeri Indonesia pada tahun 2017 mencapai lebih dari Rp4.000 triliun. Untuk membayar utang tersebut, pemerintah harus membayar dengan kurs dollar, jika nilai tukar rupiah terhadap dollar semakin melemah maka utang yang dibayarkan akan jauh lebih besar.

Kurs Dollar
Nilai Rupiah terhadap dollar semakin terpuruk di angka Rp14.441

Peningkatan Utang Luar Negeri (ULN) dinilai cukup drastis oleh BI, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Agusman menyatakan hal ini sejalan dengan kebutuhan pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur dan kegiatan produktif pemerintah lain.

Ekonom INDEF, Enny Sri Hartati, menyebut jumlah utang tersebut “pasti tidak aman” karena bunga dan cicilan dibayar degan “gali lubang, tutup lubang.” Utang baru dianggap aman apabila pekunasannya “tidak menganggu likuiditas.” Kondisi ini muncul akibat rasio enerimaan pajak yang merupakan sumber dana untuk membayar ULN, juga turun sedangkan kurs dollar terus naik. Realisasi penerimaan pajak Indonesia pad 2017 mencapai Rp1.151 triliun.

Rupiah merosot pada awal minggu Juli ini karena dollar semakin stabil dan terdapat ketegangan perdagangan global dan perkembangan politik di Eropa telah menguraangi minat investor untuk mengambil resiko.

Baca Juga: Kurs Dolar AS Terus Menguat Menjelang Rapat Dewan Gubernur BI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here