Lembaga Pendidikan Di Kabul Dihantam Bom Bunuh Diri Tewaskan Puluhan orang

0
69
bom bunuh diri di pusat pendidikan
bom bunuh diri di kabul

elahan.com, Di Kabul, Kota Afghanistan sebanyak 48 orang tewas akibat serangan bom bunuh diri. Rabu (15/8/18) kemarin sebuah bom telah menyerang pusat pendidikan di daerah Kabul. Sebanyak 48 orang dinyatakan tewas dan 67 lainnya selamat namun dengan kondisi kritis.

Sebagian besar korban adalah lulusan sekolah menengah atas yang sedang menghadiri pelajaran untuk mempersiapkan ujian masuk Universitas. Dari jumlah korban dinyatakan lebih banyak korban perempuan. Saat kejadian, dinyatakan belasan ambulans meluncur ke lembaga pendidikan Mawoud, sedangkan pelajar dan kerabat mengambil jenazah korban bom di ruangan yang telah hancur.

Kronologi kejadian diceritakan oleh juru bicara pihak kepolisian Kabul yang mengatakan bahwa sekitar pukul 16.00 pelaku yang menempelkan bahan peledak di tubuhnya meledakan diri di pusat lembaga pendidikan Mawoud.

Ali Ahmad, seorang pelajar yang menyaksikan peristiwa itu mengatakan bahwa kurang lebih ada 100 murid di dalam ruangan itu. Salah seorang kerabatnya yang berada dekat sana langsung berlari mencari adik kandungnya yang juga korban bom itu.

Misi PBB di negara itu mengutuk serangan tersebut. “Tidak ada pembenaran apapun untuk menargetkan warga sipil, kapan saja, dalam keadaan apapun,” kata misi PBB dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Xinhua, Kamis (16/8/18).

Hingga saat ini belum ada pihak yang mengklaim akan bertanggung jawab terkait perihal bom ini. Taliban langsung menyangkal bahwa terlibat dalam aksi bom bunuh diri kemarin. Taliban memang pada beberapa pekan terakhir tidak mengklaim penyerangan di kabul. Sedangkan ISIS terus meningkatkan serangan yang menargetkan pihak minoritas.

Awal bulan ini, ISIS mengklaim bertanggung jawab atas dua ledakan di sebuah masjid di kota Gardez yang menewaskan 35 korban jiwa. Meski belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab dengan kejadian ini, namun tudingan mengarah kepad kelompok islam garis keras ISIS sebagai pelakunya. Tudingan itu bukan tanpa maksud dan bukti, tetapi merujuk pada cara berpakaian pelaku dibalik serangan bom bunuh diri seperti yang sering dilakukan di masa lalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here