Level Terendah IHSG Sepanjang Sejarah karena Pendemi Virus Corona

0
17
IHSG
Level Terendah IHSG Sepanjang Sejarah karena Pendemi Virus Corona

elahan.com, Pendemi virus corona membuat nilai indeks harga saham gabungan (IHSG) menyentuh level terendah sepanjang sejarah yang diungkap oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan indeks saham turun 23,6 persen sejak awal tahun. Meskipun begitu, IHSG menguat pada penutupan perdagangan Senin, 6 April sebesar 4,07 persen ke posisi 4.811.

“Dalam beberapa waktu terakhir saham sudah mulai hijau dan mulai rebound (balik arah). Pasar saham penting, saham year to date turun 23,6 persen. Dalam sejarah ini paling dalam,” ungkapnya dalam video conference, Selasa (7/4/20).

Kemarin, investor tercatat membukukan transaksi sebesar Rp 7,54 triliun dengan volume 9,16 miliar saham. Sementara itu, pelaku pasar asing tercatat jual bersih atau net sell di seluruh pasar sebesar Rp 489,6 miliar.

Wimboh juga mengatakan bahwa sejak awal tahun, investor non residen alias investor asing melarikan modal mereka dari pasar saham sebesar Rp 11,3 triliun. Sedangkan dana asing yang keluar berasal dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) lebih besar yakni Rp 129,2 triliun. Ia mengklaim bahwa OJK sebagai regulator telah melakukan berbagai upaya untuk menahan jatuhnya IHSG maupun aliran modal keluar.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan kesempatan kepada perusahaan tercatat untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Sebelumnya, Wimboh juga mengungkapkan sebanyak 60 emiten berniat melakukan buyback saham yang nilainya mencapai mencapai Rp17,28 triliun.

“Kami di pasar modal memberikan stimulus secara gradual (bertahap) agar penurunan tidak terlalu dalam,” tutur Wimboh.

Selain itu, OJK juga meminta Bursa Efek Indonesia (BEI) membekukan sementara perdagangan saham jika IHSG turun tajam dalam satu hari. Ketentuan tersebut mulai berlaku pada 11 Maret 2020. Bursa melakukan pembekuan sementara perdagangan saham selama 30 menit bila IHSG mengalami penurunan lebih dari 5 persen.

Lebih lanjut, bursa efek juga akan melakukan suspensi (penghentian sementara) perdagangan apabila IHSG mengalami penurunan lanjutan hingga lebih dari 15 persen. Namun, suspensi perdagangan tersebut hanya berlaku sampai akhir sesi perdagangan. Suspensi perdagangan dapat dilakukan lebih dari satu sesi perdagangan setelah mendapatkan persetujuan atau perintah OJK.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here