Mahfud MD: Berbeda itu Fitrah, Bersatu itu Kebutuhan

0
95
Mahfud MD
Mahfud MD (istimewa)

Elahan.comMahfud MD selaku Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan optimistis target Indonesia Emas akan tercapai. Salah satu hal pendukungnya ialah kekuatan sumber daya insan Indonesia yang terus meningkat.

Dia mengingatkan ada syarat wajib guna mencapai peradaban tersebut yaitu bersatu dan kolaborasi. Agenda besar guna bersatu dan menghimpun segenap kekuatan itu ialah mengusung persatuan di tengah perbedaan Indonesia.

Mahfud MD dalam Diskusi Kebangsaan Indonesia Emas 2045 di Jakarta mengatakan “Berbeda tersebut fitrah, anda memang berbeda-beda. Namun bersatu tersebut kebutuhan,” di Kampus Paramadina, Rabu (13/2).

Tuturnya pemahaman bakal pluralisme mesti terus diserukan. Mengutip figur bangsa Abdurahman Wahid (Gus Dur), Dia menjelaskan teknik sederhana mengetahui soal pluralisme.

“Pluralisme tersebut seperti anda hidup di lokasi tinggal dengan kamar yang berbeda-beda,” ungkap anggota Dewan Pengarah BPIP tersebut.

Jika masih di dalam kamar masing-masing, terang Mahfud MD, seluruh bebas mengenakan identitas masing-masing, menyetel televisi masing-masing. Namun saat sudah di ruang bersama, maka semua memakai aset bersama.

Contoh rumah bareng itu tampak di Rumah Betang di Kalimantan. Mahfud MD menceritakan, dalam kunjungannya ke lokasi tinggal itu, dia menyaksikan sejumlah keluarga dari suku dayak yang berbeda-beda bermukim di kamar yang berbeda-beda. Namun mereka mengangkat satu identitas Dayak.

Ilustrasi tersebut cocok dengan situasi kebangsaan Indonesia yang pelbagai suku, agama, dan budayanya. Masing-masing menggenggam identitasnya, namun saat bicara dalam konteks ke-Indonesiaan, maka seluruh menjunjung identitas Indonesia.

Firmansyah selaku Rektor Universitas Paramadina menyampaikan penjelasan senada. Berdasarkan keterangan dari dia, dewasa ini terdapat potensi friksi yang tidak produktif.

“Seperti over politized society, semuanya ngomong politik dan melupakan kolaborasi,” ungkap Firmansyah.

Padahal, kata Firmansyah, melulu dengan kolaborasi peradaban akan tercapai. Dia mencontohkan, pabrikan-pabrikan besar di dunia ketika ini memang bersaing. Namun mereka bekerjasama untuk mengerjakan inovasi.

Dia menambahkan, terdapat fase lanjutan dari Bhineka Tunggal Ika. Berdasarkan keterangan dari dia, ketika ini yang butuh diprioritaskan tidak lagi semangat kebhinekaan, tetapi semangat tunggal ika. “Sudah selesai, anda memang berbeda-beda. Sudah waktunya kedepankan motivasi tunggal ika, kesatuannya.”

Allisa Wahid selaku aktivis mengingatkan andai kelompok-kelompok di Indonesia melulu memikirkan kepentingannya sendiri, maka target Indonesia 2045 susah tercapai. Saatnya bersatu mengangkat Indonesia. “Kunci Indonesia 2045 ialah tetap mengawal nilai-nilai Indonesia,” beber Allisa.

Pembicara beda dalam diskusi ini terdapat sutradara Livi Zheng, komika Ari Kriting dan aktor Reza Rahadian. Mereka sama-sama menceritakan bagaimana potensialnya Indonesia. Diskusi Kebangsaan Indonesia 2045 dilangsungkan meriah dibuntuti ratusan mahasiswa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here