Mahfud MD Memberitahu Cara Memilih Pemimpin saat Pemilu

0
82
Mahfud MD
Mahfud MD (istimewa)

elahan.com – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD memberitahu tips dan cara bagaimana memilih pemimpin saat pemilu 2019.

Seperti yang diketahui bahwa Indonesia akan menghadapi pesta demokrasi pemilu tahun 2019 ini. Yaitu tepatnya pada 17 April mendatang, dimana masyarakat harus menentukan pilihan calon wakil rakyat serta presiden dan calon wakil presiden.

Jelang pemilu 2019 tersebut, para aktor politik calon anggota legislatif serta calon presiden dan calon wakil presiden sudah memaparkan visi misi mereka.

Mahfud MD juga menghimbau kepada masyarakat agar tetap cermat saat menentukan pilihan mereka. Dirinya bahkan mengatakan bahwa visi misi saja tidaklah cukup untuk menentukan pilihan kita sebagai pemilih.

Guru Besar UII Yogya tersebut menuliskan himbauan tersebut di akun resmi miliknya pada Kamis (7/2/2019). Dia mengatakan bahwa visi dan misi para caleg dan capres serta cawapres sudah sangat mulia isinya.

Karena menurutnya tidak ada calon yang mengatakan akan menghancurkan Indonesia atau mencelakaan rakyatnya. Namun, dia menegaskan untuk menentukan pilihan pemilu 2019 nanti juga harus melihat rekam jejaknya.

“para caleg dan calon pemimpin yang berlaga dlm Pemilu mengemukakan visi misi yg semua mulia. Tidak ada calon yg mengatakan akan menghancurkan Indonesia atau mencelakakan rakyatnya. Maka itu tidak cukup percaya pd narasi visi, tapi lihatlah track record atau rekam jejaknya, kemudian pilihlah,” tulis Mahfud MD dalam akun resminya @mohmahfudmd.

Pada sebelumnya, pengamat politik tersebut juga pernah melontarkan cuitan yang menyatakan bahwa pemilu 2019 adalah hal yang penting untuk dilakukan. Dirinya juga menyatakan bahwa seseorang yang tidak ikut berpartisipasi dalam pemilu akan merugikan dirinya sendiri.

“Politik tidak terhindarkan krn kita hidup bernegara. Memilih dalam politik itu penting karena kita akan terikat kpd hasil pemilihan siapa pun yang menang. Rugi kalau kita tidak memilih. Tapi menjaga keadaban dalam berpolitik itu jauh lebih penting,” tulis mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut.

Hal tersebut mengingatkan ada beberapa nama calon legislatif yang sebelumnya pernah terjerat kasus korupsi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here