Mahkamah Konstitusi Gelar Sidang Perdana Sengketa Pilpres

0
30
Mahkamah Konstitusi gelar sidang perdana sengketa Pilpres
Mahkamah Konstitusi gelar sidang perdana sengketa Pilpres

elahan.com, Mahkamah Konstitusi (MK) hari ini menggelar sidang perdana kasus sengketa Pilpres 2019 yang akan dihadiri 8 hakim. Ada Anwar Usman, Wahiduddin Adams, Suhartoyo, Arief Hidayat, I Dewa Gede Palguna, Saldi Isra, Manahan M.P Sitompul, dan Enny Nurbaningsih.

Para hakim ini berasal dari 3 lembaga yakni presiden, DPR, dan MA, Anwar Usman menyebut para hakim akan bersikap independen dan tidak akan bisa diintervensi oleh siapapun. Sebab menurutnya hakim hanya tunduk pada konstitusi dan peraturan perundang-undangan sesuai dengan sumpah yang sudah diucapkan.

Sidang Mahkamah Konstitusi perdana sengketa Pilpres
Sidang Mahkamah Konstitusi perdana sengketa Pilpres

Pihak pemohon dari kubu Prabowo-Sandi, terlihat tim kuasa hukum hadir yang diketuai oleh Bambang Widjojanto serta jajaran pengacara seperti Denny Indrayana, Teuku Nasrullah dan pengacara lainnya.

Sedangkan pihak termohon, KPU RI dihadiri oleh jajaran komisioner seperti Ketua KPU RI Arief Budiman, Pramono Ubaid, dan Hasyim As’yari. Di pihak terkait, tim TKN Jokowi-Ma’ruf Amin dihadiri oleh Yusril Ihza Mahendra bersama 33 anggota pengacara yang juga ikut mengawal paslon 01.

Sidang yang digelar Mahkamah Konstitusi hari ini merupakan sidang pendahuluan hasil perselisihan pemilihan presiden 2019. Dimana sidang ini akan digelar selama 2 pekan penuh sebelum diputus oleh hakim MK pada 28 Juni 2019 nanti.

Pada sidang MK pendahuluan ini, ketua tim hukum paslon 02 menyoroti kejanggalan sumbangan dana kampanye pasangan paslon Jokowi-Ma’ruf. Menurut Bambang Widjojanto, terdapat ketidaksesuaian antara total harta kekayaan pribadi Jokowi dengan besarnya sumbangan dana kampanye.

Jika melihat Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN), masih menurut penjelasan dari Bambang, saat diumumkan oleh KPU pada 12 April 2019 lalu, Jokowi tercatat memiliki total harta kekayaan hingga Rp 50 miliar dengan kas sebanyak Rp 6 miliar.

Sedangkan menurut laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye pada 25 April lalu, sumbangan Jokowi yang berbentuk uang untuk dana kampanye mencapai Rp 19,5 miliar dan Rp 25 juta berupa barang.

Menjadi sorotan bagi tim paslo 02 sebab Jokowi memiliki kas setara harta kekayaan pribadi Jokowi hanya berjumlah Rp 6 miliar, tetapi mampu menyumbang Rp 19 miliar. Bambang menyebut adanya kejanggalan karena jumlah kekayaan bisa berrtambah Rp 13 miliar hanya dalam waktu 13 hari.

Bambang juga menyoroti sumbangan sebesar Rp 18,1 miliar dari perkumpulan Golfer TRG dan Rp 19,7 miliar dari perkumpulan Golfer TBIG. Kedua perusahaan ini merupakan milik Wahyu Sakti Trenggono yaitu PT Tower Bersama Infrastructure dan Teknologi Riset Global Investama. .Wahyu Sakti Trenggono sendiri merupakan Bendahara TKN Jokowi-Ma’ruf.

Menurut Bambang, dalam analisis ICW, sumbangan dari kedua perkumpulan tersebut patut dicurigai berasal dari penyumbang perseorangan yang melebihi batas sumbangan dana kampanye Rp 2,5 miliar atau penyumbang yang tidak ingin diketahui identitasnya.

Tidak hanya itu, Bambang juga menyoroti tiga kelompook penyumbang dana kampanye paslon 01, yakni Arisan Wanita Jateng, Pengusaha Muda Semarang, dan Wanita Tangguh Pertiwi. Masing-masing kelompok menyumbang Rp 15,7 miliar, Rp 13 miliar, dan Rp 5 miliar. Tetapi ketiganya memiliki alamat, NPWP, serta nomor identitas pimpinan kelompok yang sama.

Ini disebut merupakan kecurangan dengan adanya dugaan menyamarkan sumber asli dana kampanye, sebut Bambang. Sebab batas sumbangan dana kampanye dari kelompok adalah Rp 25 miliar. Dengan memecah sumber sumbangan ini, tentu tidak akan melebihi batas dana kampanye.

Menghadapi sidang perdana sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi pada Jumat, 14 Juni 2019 ini KPU sudah menyiapkan alat bukti untuk menghadapi gugatan dari tim Prabowo-Sandi. Alat bukti tersebut berupa 272 boks dari 34 KPU Provinsi yang akan diserahkan ke MK.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here