Mantan Dirut Garuda Ari Askhara Telah Berstatus Tersangka

0
6
Ari Askhara
Mantan Dirut Garuda Ari Askhara Telah Berstatus Tersangka

Elahan.com, Lama tak terdengar kabarnya kini mantan dirut PT Garuda Indonesia, Ari Askhara telah berstatus tersangka. Status tersebut diberikan oleh Penyidik PNS Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan atas kasus dugaan penyelundupan motor Harley-Davidson dan sepeda Brompton. Kasus penyelundupan ini dibeberkan Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada akhir 2019 lalu.

Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi Bea Cukai Kemenkeu Haryo Limanseto mengatakan, Ari Askhara ditetapkan sebagai tersangka pada awal September 2020. Dia terbukti melanggar Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan. Lalu kasus tersebut akan dilimpahkan kepada penuntut umum dalam kejaksaaan.

“Nanti dilimpahkan ke penuntut umum, kita selaku penyidik nanti melimpahkan ke penuntut umum Kejaksaan, apabila Kejaksaan sudah lengkap berkasnya ke Pengadilan. Jadi kalau sudah di Kejaksaan kita sudah selesai,” kata Haryo.

Haryo menyampaikan tidak ada target waktu melimpahkan kasus ke pihak penuntut umum. Menurut dia kasus tersebut bisa dilimpahkan jika semua berkas-berkas sudah terkumpul. Menurutnya, ketika kasus sudah dilimpahkan kepada pihak Kejaksaan maka kewenangan Bea dan Cukai juga sudah selesai terhadap pemeriksaan kasus yang melanggar UU Kepabeanan ini.

“Pada umumnya penyidikan perkara itu tidak ada target waktu, tapi selengkapnya berkas, nanti kan masih ada ke Kejaksaan kalau ada yang kurang nanti koordinasi lagi dengan penyidiknya, dan dilengkapi lagi,” katanya.

Hasil dari penyidikan tim DJBC, Haryo mengungkapkan dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka salah satunya adalah mantab dirut Garuda Indonesia, Ari Askhara (AA) atau bernama lengkap I Gusti Ngurah Askhara dan satu lagi berinisial IJ.

Menteri BUMN Erick Thohir dibuat sangat marah dengan kasus penyelundupan tersebut. Tak tanggung-tanggung, Erick pun memutuskan langsung mencopot Ari dari jabatan Direktur Utama Garuda Indonesia saat itu juga.

“Dengan itu, saya akan memberhentikan Saudara Direktur Utama Garuda dan tentu proses ini kami, karena Garuda adalah perusahaan publik, akan ada prosedur lainnya,” ujar dia ketika memberikan keterangan pers di Jakarta, Kamis (5/12/2019) silam.

Hal yang dilakukan Erick tersebut bukan tanpa alasan. Ari dicopot dari jabatannya karena disebut telah melakukan penyelundupan onderdil Harley Davidson keluaran tahun 1972 serta dua sepeda Brompton. Akibat perbuatannya itu, negara berpotensi mengalami kerugian sebesar Rp 532 juta hingga Rp 1,5 miliar. Bahkan Erick juga mengatakan, proses penyelundupan itu melibatkan banyak pihak di tubuh Garuda Indonesia.

“Ini sungguh menyedihkan, ini proses secara menyeluruh dalam sebuah BUMN, bukan individu, tapi menyeluruh. Ini yang tentu pasti Ibu (Sri Mulyani) pasti sangat sedih, saya sangat sedih,” ujar dia.

Erick juga memaparkan, dalam proses penyelundupan tersebut, awalnya Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara atau Ari Akshara telah melakukan instruksi untuk mencari motor Harley Davidson klasik tahun 1972 sejak tahun 2018. Selain itu, yang bersangkutan juga telah melakukan transfer dana ke rekening pribadi Finance Manager Garuda Indonesia berinisial IJ (Iwan Joeniarto) di Amsterdam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here