Mantan Kapolsek Pasirwangi Cabut Tuduhan Instruksi Dukung Jokowi di Pilpres 2019

0
109
Pihak Polri harus netral di Pilpres 2019
Polemik di Pilpres 2019

Elahan.com, AKP Sulman Aziz menyebut dirinya diinstruksikan untuk mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019 nanti. Perintah tersebut, menurut Sulman Aziz, datang langsung dari atasannya, Kapolres Garut.

Mantan Kapolsek Pasirwangi itu mengatakan bahwa perintah dukungan itu disampaikan pada bulan Februari lalu pada sebah rapat yang diselenggarakan di Polres Garut.

Jika Jowoki – Ma’ruf kalah di wilayah itu, maka para Kapolsek di Garut akan mendapatkan sanksi berupa mutasi.

Paslon 01 pada Pilpres 2019
Capres dan cawapres 01 pada Pilpres 2019

Dirinya sendiri sudah tidak lagi menjabat sebagai  Kapolsek Siliwangi sebab dimutasi akibat diduga mendukung Prabowo-Sandiaga. Tuduhan tersebut berawal dari foto dirinya bersama Ustaz Zamzam ketika deklarasi Paslon nomor 02 di Pasirwangi. Menurut Sulman, foto tersebut hanya sebagai dokumentasi untuk laporan kegiatan, bukti bahwa kegiatan tersebut berjalan lancar. Dan Ustaz Zamzam merupakan ketua panitia dari kegiatan deklarasi tersebut.

Akan tetapi, dari foto tersebut, Sulman malah dituduh memberikan dukungan kepada paslon 02 serta juga dituduh memobilisasi 9 kepala desa di Garut.

Pernyataan yang membuat geger itu ditanggapi Jokowi. Capres 01 itu meminta agar melaporkan hal tersebut kepada dirinya.

AKBP Budi Satria selaku Kapolres Garut segera menyangkal tuduhan arahan dukungan tersebut. Budi mendatangi Polda Jabar guna memberikan klarifikasi soal tuduhan yang mengarah pada dirinya.

Budi menyebut tuduhan tersebut tidak berdasar dan bisa saja itu ada hubungannya dengan kekesalan pribadi atas dirinya. Sebab dirinya tak pernah memberikan instruksi pada Kapolsek di wilayah Garut untuk berpihak pada salah satu pasangan calon di Pilpres 2019.

Bawaslu Kabupaten Garut akan segera meminta klarifikasi kepada Sulman Aziz mengenai tuduhan tersebut. Begitupun dengan klarifikasi dari Budi Satria selaku Kapolres Garut.

Setelah dimintai keterangan, Suman Aziz mengakui kesalahannya. Tuduhan tersebut didasarkan karena emosi lantaran dirinya dimutasi dari jabatan Kapolsek Pasirwangi.

Sebenarnya, perintah dari Kapolres Garut hanyalah untuk melakukan mapping agar pendukung kedua pasang calon terdata dengan baik. Ini terkait untuk pengamanan di sejumlah wilayah. Pemetaan kekuatan dukungan terhadap kedua paslon peserta Pilpres 2019 ini dilakukan agar bisa membuat peta rawan konflik.

Kemudian tuduhan itu pun dicabut oleh Sulman.  Ia menyesal telah melakukan kesalahan terkait netralitas kepolisian di kancah politik.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Truyono Wisnu Andiko, utasi jabatan memang menjadi hal biasa dalam dunia kepolisian. Sulman dimutasi sesuai Surat Telegram 499/II/Kep/2019 tentang mutasi rutin personel Polri ke fungsi Direktorat Lalu Lintas menjadi salah satu kepala unit di Polda Jawa Barat. Jadi bukan karena foto antara Sulman dengan Ustaz Zamzam saat deklarasi dukungan pada Prabowo-Sandi.

Komisioner Bawaslu RI, Rahmat Bagja, meminta agar seluruh aparat kepolisian bisa menjaga netralitas pada pemilihan April nanti. Sesuai dengan UU 2/2002 tentang Kepolisian Negara anggota Polri harus bisa bersikap netral dan tidak turut serta dalam politik praktis.

Pihak kepolisian RI juga belum memberikan komentar terkait dengan kasus ini. Belum ada sikap tegas dari Polri secara institusi untuk menindaklanjuti pengakuan mantan Kapolsek Pasirwangi itu.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian tidak memberikan komentar dan seperti menghindari kehadiran awak media ketika dirinya menghadiri Upacara pembukaan latihan integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) yang diselenggarakan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, kemarin, 1 April 2019.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Irjen Pol. Mohammad Iqbal juga tidak banyak berkomentar terkait pernyataan ketidaknetralan di Pilpres 2019 tersebut. Ia hanya menyatakan bahwa persoalan itu sudah diklarifikasi oleh Polda Jabar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here