Masyarakat India Nyalakan Lilin Sebagai Bentuk Berama Lawan Corona

0
24
India
Masyarakat India Nyalakan Lilin Sebagai Bentuk Berama Lawan Corona

elahan.com, Lawan pendemi corona, Masyarakat India lakukan aksi nyalakan lilin dan mematikan lampu sebagai bentuk persatuan melawan covid-19. Perdana Menteri India, Narendra Modi meminta 1,3 miliar warganya meluangkan waktu mereka selama sembilan menit tanpa listrik pada hari Minggu 5 April 2020 pukul 21.00 waktu setempat.

Dia mendesak mereka untuk “menantang kegelapan” COVID-19 dengan menyalakan lilin dan lampu. Seperti dikutip dari laman BBC, Senin (6/4/2020), jutaan orang pun merespons, menerangi langit malam untuk menunjukkan persatuan.

“Salut pada cahaya lampu yang membawa keberuntungan, kesehatan, dan kemakmuran, yang menghancurkan perasaan negatif,” tulis PM Modi pada Twitternya. 

Tetapi para kritikus menganggap acara itu sebagai bentuk pengalihan perhatian dari krisis kesehatan dan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi Virus Corona COVID-19. Sebelumnya,Perdana Menteri Modi telah memberlakukan status lockdown nasional pada 25 Maret yang diumumkan dengan sedikit peringatan. Akibatnya, banyak orang kewalahan dan tak memiliki makanan.

Lebih dari 3.500 infeksi yang dikonfirmasi dan sekitar 100 kematian akibat COVID-19 di India, berdasarkan data terbaru dari Johns Hopkins University. Namun, angka sebenarnya dianggap jauh lebih tinggi. India memiliki salah satu tingkat pengujian terendah di dunia, meskipun upaya sedang dilakukan untuk meningkatkan kapasitas.

Kekhawatiran timbul wabah besar di negara tesebut sebagai salah satu negara yang paling padat penduduknya di dunia, dapat mengakibatkan bencana kemanusiaan. Orang-orang dilarang meninggalkan rumah mereka di bawah tindakan penguncian. Semua bisnis yang tidak penting telah ditutup dan hampir semua pertemuan publik juga telah dilarang.

Namun penutupan itu memicu eksodus dari kota-kota besar seperti Delhi yang memaksa ribuan buruh migran berjalan ratusan kilometer ke desa-desa asli mereka. Hal itu membuat Modi meminta maaf pekan lalu atas dampak dari tindakan ketatnya yang meminta masyarakat untuk tinggal di rumah.

Ia mengatakan “tidak ada cara lain” untuk menghentikan penyebaran Virus SARS-CoV-2. Perdana Menteri India itu juga  mengatakan pembatasan akan tetap berlaku selama 21 hari, tetapi para pejabat telah memperingatkan bahwa penguncian dapat diperpanjang di beberapa bagian negara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here