Menanggapi Skenario New Normal oleh Menteri Erick Thohir

0
16
Erick Thohir
Menanggapi Skenario New Normal oleh Menteri Erick Thohir

Elahan.com, Menteri BUMN Erick Thohir meminta perusahaan pelat merah melakukan langkah mengantisipasi secara dini skenario ‘The New Normal’. Sejumlah langkah yang diterapkan di antaranya membentuk task force penanganan dan menyusun protokol penanganan COVID-19. Hal itu tertuang dalam surat edaran menteri yang ditujukan pada direktur utama BUMN. Dalam lampiran surat tersebut juga memuat tahapan pemulihan di mana pada fase I 25 Mei, pegawai di bawah usia 45 tahun masuk kerja.

Deputi SDM, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN Alex Denni menjelaskan skenario new normal tersebut. Dia menjelaskan, dalam menyusun skenario biasanya diidentifikasi variabel-variabel yang paling tidak pasti dan paling berpengaruh. Dari situ, ada dua aspek, yakni kepastian penemuan vaksin dan perilaku masyarakat.

Dari dua aspek itu, maka muncul empat skenario. Pertama, death zone yakni kondisi di mana virus menyebar dengan cepat, vaksin belum ditemukan dan sistem perawatan medis tidak sanggup menanggulangi pasien yang jumlahnya melebih kapasitas. Sementara, perilaku masyarakat sangat abai terhadap protokol keselamatan dan kesehatan.

Skenario kedua adalah new normal. New normal sendiri ialah kondisi virus masih ada, vaksin belum ditemukan. Namun perilaku disiplin dari masyarakat terhadap protokol keselamatan dan kesehatan membuat penyebarannya menjadi melambat, sehingga sistem perawatan rumah sakit bisa menangani jumlah pasien yang ada dengan baik.

“Dalam skenario 2 masyarakat terbiasa hal-hal baru seperti new normal 9-11. Dulu kalau ke bandara nggak pake buka gesper, sepatu. Setelah 9-11 itu menjadi new normal yang ke bandara harus lewat x-ray , harus buka tali pinggang, sepatu dan lain-lain,” ujarnya.

Skenario ketiga yakni donkeyman, yaitu kondisi vaksin ditemukan dan perawatan medis bisa menanggulangi atau mengobati pasien COVID-19. Namun, perilaku masyarakat kembali abai terhadap aspek keselamatan dan kesehatan. Imbasnya, rumah sakit tetap ramai meski fatalitas akibat virus COVID-19 tidak tinggi.

Skenario keempat adalah longer life hope, yakni kondisi vaksin ditemukan dan sistem perawatan medis bisa menanggulangi atau mengobati pasien COVID-19. Masyarakat terbiasa melakukan kerja secara virtual dan remote, tidak lagi konvensional. Lalu, transformasi digital terjadi secara masif dan produktivitas meningkat secara signifikan.

“Dalam konteks inilah BUMN harusnya menjadi influencer dan role model segera menggerakkan masyarakat menuju new normal. Kenapa begitu? Karena BUMN menjadi lokomotif lebih sepertiga ekonomi kita. Kalau BUMN bergerak lokomotif bergerak mendorong ke new normal, maka mudah-mudahan segera masuk new normal dengan alamiah,” jelasnya.

Dia mengatakan, masuk kerja pegawai BUMN tergantung dari keputusan Gugus Tugas dan Menteri Kesehatan. Dia kembali mengatakan surat itu berisi agar BUMN menyiapkan protokol, sehingga BUMN akan lebih siap.

“Protokol ini kita siapkan, sehingga kapan mulai ada sinyal-sinyalnya kita sudah siap, bukannya menunggu kapan pelonggaran PSBB baru kita siapkan diri. Kita sudah antisipasi seminggu sebelum perkiraan antisipasi pemerintah,” jelasnya.

 Erick Thohir menyebut ada mispersepsi di kalangan masyarakat mengenai informasi karyawan BUMN masuk kantor kembali pada 25 Mei nanti. Padahal, yang ia maksudkan adalah pada tanggal tersebut, perusahaan BUMN wajib menyampaikan prosedur dan standar operasional untuk bisa beraktivitas kembali di tengah pandemi corona (new normal).

Ia juga menegaskan bahwa kepastian untuk kembali bekerja nantinya sejalan dengan aturan main yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Dalam surat edaran untuk internal BUMN jelas disampaikan bahwa tanggal pasti akan menunggu keputusan umum pemerintah terkait pandemi covid-19, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, termasuk libur lebaran,” ujar Erick dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (19/5).

Namun, ia melanjutkan perusahaan BUMN yang langsung berhubungan dalam melayani masyarakat tidak bisa dihentikan, seperti PLN, telekomunikasi, Pertamina, dan lain-lain akan tetap bekerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karenanya, Erick kembali menekankan bahwa pada 25 Mei nanti terkait rencana tiap unit usaha untuk merampungkan prosedur dan standar operasional perusahaan selama masa pemulihan. Bukan jadwal masuk kantor.

“Tentu, begitu keputusan itu keluar, kami semua di BUMN harus siap segera. Sebagai bagian persiapan itu tanggal 25 (Mei), perusahaan menyampaikan panduan masing-masing kepada seluruh karyawannya,” jelasnya.

Sebelumnya pada 15 Mei 2020, Erick Thohir mengirimkan surat kepada direktur utama seluruh perusahaan BUMN yang menyebut bahwa karyawan usia kurang dari 45 tahun diizinkan kembali masuk kantor pada 25 Mei 2020. Dengan catatan daerah tempat karyawan itu bekerja telah mencabut aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Sedangkan karyawan usia di atas 45 tahun masih menjalankan Work From Home (WFH) di tengah pandemi virus corona.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here