Mengenal Lebih Dekat Sosok Fauka Noor Farid

0
25
Mantan Tim Mawar Fauka Noor Farid
Mantan Tim Mawar Fauka Noor Farid

Elahan.com, Nama Fauka Noor Farid mendadak jadi sorotan setelah adanya investigasi dari Majalah Tempo edisi Senin, 10 Juni 2019 lalu. Laporan yang berjudul ‘Tim Mawar dan Rusuh Sarina’ itu menyebut bahwa Fauka menjadi dalang dari kerusuhan di sekitaran Bawaslu.

Laporan tersebut menuai reaksi beragam dari berbagai pihak. Bahkan mantan Komandan Tim Mawar Mayjen TNI (Purn) Chairawan mengadukan majalah Tempo ke Dewan Pers dan Bareskrim Polri karena merasa diirugikan.

Mari mengenal lebih dekat sosok Fauka Noor Farid.

Fauka merupakan perwira termuda saat terlibat dalam kasus penculikan aktivis 1998. Dia tergabung dalam kesatuan Tim Mawar yang merupakan tim kecil dari kesatuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Grup IV TNI Angkatan Darat.

Kelompok IV Kopassus atau dikenal dengan nama Sandi Yudha ini memiliki basis di Cijantung, memang dikenal punya kemampuan sebagai intel tempur. Nama-nama seperti Luhut Binsar Pandjaitan, Sintong Panjaitan, Edy Sudrajat pernah menjadi komandan satuan ini. Ketika Fauka tergabung, komandannya adalah Kolonel Chairawan Kadarsyah Nusyirwan.

Lulusan AKABRI 1992 itu disidang setahun pascapenculikan terjadi pada Mahkamah Miliiter Tinggi (Mahmilti) dan diputus bersalah. Namun saat itu tidak dipecat dari anggota TNI.

Ketika masih disidangkan Mahmilti II Jakarta tahun 1999, Fauka baru beberpa tahun bekerja di Angkatan Darat dalam Kopassus. Setelah lulus AKABRI tahun 1992, Fauka ditempatkan di bagian intel tentara.

Kemudian karir militer Fauka terus berlanjut setelah dijatuhi sanksi 16 bulan penjara. Pada 2005, Fauka yang diketahui sudah berpangkat mayor ternyata menjadi Komandan Datasemen Pemukul Satu Raider di Aceh.

Saat berpangkat letnan kolonel di BAIS, Fauka masuk pengadilan lagi. Kali ini terkait kasus kepemilikan senjata api Harmonis Siaga Putra, politikus asal Lampung. Harmonis mengantongi surat izin dari BAIS dengan tanda tangan Fauka.

Sosok Fauka Noor Farid
Sosok Fauka Noor Farid

Tahun 2009-2011, Fauka menjabat sebagai Dan Sus Pa Intel BAIS dan menjabat sebagai Kepala Kelompok Khusus (Kopaksus) BAIS setelahnya.

Hilang kembali tak ada kabar, Fauka tiba-tiba menjadi Juru Kampanye Nasional Partai Gerindra 2014 dan namanya disahkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Fauka memang disebut-sebut punya kedekatan dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Purnawirawan itu sekarang memiliki reputasi sebagai pengamat dan praktisi intelijen karena sudah keluar sebagai komandan kelompok khusus BAIS TNI.

Kedekatan Fauka dengan Prabowo sudah sejak di Kopassus. Saat itu Prabowo merupakan Komandon Jenderal Kopassus dan Fauka merupakan personelnya. Dalam politik sekarang, Prabowo merupakan ketua umum, dan Fauka sebagai salah satu juru kampanyenya.

Fauka katanya sengaja mundur dari TNI agar bisa membantu Prabowo, sebab Prabowo sudah mengorbankan pangkat dan jabatannya untuk anak buahnya saat kasus 1998 tersebut.

Bahkan hingga tahun ini, Fauka Noor Farid masih setia dengan mantan komandannya. Sebelumnya, pada 2014, Fauka menjadi bagian dari tim Prabowo-Hatta dengan menggalang dukungan di daerah Banten. Kemampuan di bidang intelijennya tentu saja bermanfaat untuk Prabowo Subianto.

Sedangkan di 2019, Fauka menjadi sanggota Dewan Pembina Gerindra. Fauka disebut kritis pada pemerintah dan punya jaringan intelijen. Harapannya agar siapa saja yang ada di pemerintahan dan badan intelinjen negara bisa netral pada pilpres.

Fauka mengaku curiga dengan permainan pihak intelijen jelang Pemilu 2019 yang akan berbahaya. Apalagi adanya tuduhan khilafah melekat pada kubu Prabowo-Sandi, hal yang tidak disukainya.

Sebab, menurut Fauka Noor Farid, persoalan mengenai khilafah ini merupakan hal yang tidak diperbesarkan. Isu khilafah dan HTI hanya untuk mengimbangi isu PKI dari kubu Prabowo-Ma’ruf.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here