Menteri Agama Putuskan Ibadah Haji 2020 Dibatalkan

0
11
Haji 2020 dibatalkan
Menteri Agama Putuskan Ibadah Haji 2020 Dibatalkan

Elahan.com, Menteri Agama Fachrul Razi memutuskan ibadah haji 2020 dibatalkan. Putusan dikeluarkan setelah pemerintah berkonsultasi dengan sejumlah pihak melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) No.494/2020 tentang pembatalan keberangkatan jemaah haji 1441 H atau 2020. Keputusan ini telah berdasarkan pada sejumlah kajian yang dilakukan. Kemenag juga melakukan komunikasi dengan berbagai pihak termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Komisi 8 DPR RI.

Bahkan Kementerian Agama telah melakukan komunikasi intensif dengan Kementerian Haji Arab Saudi. Hingga 1 Juni 2020, disebutkan bahwa Saudi belum memutuskan tentang kejelasan haji. Di sisi lain, pemerintah tidak lagi memiliki kecukupan waktu untuk persiapan pelaksanaan haji tahun ini termasuk pengurusan visa, penerbangan dan layanan lainnya.

“Keputusan ini kami nilai paling tepat dan maslahat bagi jemaah dan pelaksana haji. Ini telah melalui kajian mendalam karena pandemi ini dapat mengancam keselamatan jemaah,” ujarnya Fachrul.

Dia juga menjelaskan bagi para  jemaah haji yang telah membayarkan biaya perjalanan haji tahun ini, akan diberangkatkan pada musim haji 1442 H atau 2021 mendatang.

 Pembatalan ibadah haji 2020 bukan pertama kalinya terjadi. Dalam perkembangannya, pembatalan haji pernah berlangsung beberapa kali. Menurut Menteri Agama Fachrul Razi, Indonesia pernah membatalkan pemberangkatan ibadah haji pada 1947-1948 atau pada saat agresi militer Belanda ketika itu.

“Indonesia juga pernah menutup karena pertimbangan masalah agresi. Menteri Agama Fathurrahman Kafrawi mengeluarkan Maklumat Kemenag Nomor 4/1947 tentang Penghentian Ibadah Haji di Masa Perang,” kata Fachrul.

Sedangkan ibadah haji 2020 dibatalkan disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hingga 2 Juni, terdapat 87.142 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Saudi. Dari jumlah tersebut, 525 orang di antaranya meninggal dunia.

“Kementerian Agama juga telah melakukan kajian literatur, serta menghimpun data dan informasi tentang haji di saat pandemi di masa lalu. Didapatkan fakta bahwa penyelenggaraan haji pada saat terjadinya wabah menular telah mengakibatkan tragedi kemanusiaan, di mana puluhan ribu jemaah haji menjadi korban,” kata dia.

Di tahun 1814 misalnya, terjadi wabah Thaun yang mengakibatkan pelaksanaan ibadah haji ditutup. Selanjutnya, pada tahun 1837 dan 1858 terjadi epidemi. Adapun pada 1892 terdapat wabah kolera dan wabah meningitis pada 1987. Keputusan Menteri Agama mengnai ibadah haji 2020 dibatalkan sejalan dengan keputusan pemerintah Arab Saudi. Arab Saudi memutuskan akan tetap menyelenggarakan ibadah haji tahun ini namun dengan syarat kuota yang terbatas dan hanya dari jamaah lokal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here