Menteri Erick Thohir Arahkan PT Krakatau Steel Jadi Fokus Industri Baja

0
20
PT Krakatau Steel
Menteri Erick Thohir Arahkan PT Krakatau Steel Jadi Fokus Industri Baja

elahan.com, Mentri BUMN Erick Thohir mengarahkan agar PT Krakatau Steel menjadi perusahaan investasi yang menaungi beberapa anak usaha di industri baja. Dengan begitu, perusahaan tidak akan lagi mengoperasionalkan fasilitas produksi seperti selama ini. Krakatau Steel bakal membentuk anak usaha yang menangani lini bisnis tersebut.

Pemisahan lini bisnis (spin-off) tersebut bertujuan untuk mendorong efisiensi. Sehingga Krakatau Steel nantinya berfokus menjadi perusahaan investasi yang memimpin sejumlah anak usaha atau investment holding. Menurut Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim, untuk menjadi perusahaan investasi tidak perlu Peraturan Pemerintah (PP).

“Karena ini konsep saja, bukan seperti holding kementerian,” ujarnya. Lagi pula, Krakatau Steel sudah memiliki anak usaha. “Hanya kami perkuat lagi supaya sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Kementerian BUMN,” tambah Silmy.

Salah satu cara mengoptimalkan kinerja anak usaha dengan mencari mitra untuk menambah kapasitas produksi. Saat ini, perusahaan menggaet tiga mitra yakni Posco, Nippon Steel, dan Osaka Steel. Meski begitu tidak menutup kemungkinan masuknya beberapa mitra baru. Tujuannya adalah memperkuat industri baja dan pendukungnya di Tanah Air. Kemitraan merupakan salah satu strategi Krakatau Steel untuk mengoptimalkan kapasitas.

“Untuk apa bangun fasilitas baru kalau menambah beban tanpa meningkatkan utilisasi,” tuturnya.

Berdasarkan ungkapan Silmy kepada katadata.co.id (14/2/20) PT Krakatau Steel juga memiliki rencana untuk membawa tiga anak usahanya ke pasar modal melalui skema penawaran saham perdana. Ketiganya yaitu PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), PT Krakatau Tirta Industri (KTI), dan Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC). Namun rencana tersebut masih dikaji kembali.

Perusahaan baja pelat merah itu juga telah menyelesaikan restukturisasi utang US$ 2 miliar atau sekitar Rp 27 triliun  kepada 10 bank nasional. Perusahaan melakukan berbagai langkah efisiensi untuk memperbaiki kinerja keuangan mereka.

“Kami turunkan (biaya) secara signifikan. Ini terbukti menghasilkan tambahan income. Itu hal yang baik, karena jadi ramping,” kata Silmy.

Silmy menyatakan pihaknya tengah memetakan bisnis dengan tujuan untuk mengetahui lini mana yang masih sesuai dan yang tidak dengan lingkup bisnis inti dan menguntungkan. Sejak tahun lalu, perusahaan BUMN itu juga melakukan pembenahan bisnis dengan menutup pabrik-pabrik yang dirasa tidak efisien. PT Krakatau Steel juga berencana melepas anak atau cucu usaha yang tidak sesuai bisnis inti dan membebani keuangan perusahaan. Saat ini, Krakatau Steel tercatat memiliki 11 anak usaha dan 60 cucu usaha, dengan bisnis yang beragam, termasuk bisnis air bersih dan produsen listrik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here