Nadiem Makarim: Mendikbud yang Dulunya Bos Go-jek

0
14
Nadiem Makarim dan sifat inspiratifnya
berikut sifat-sifat inspiratif Nadiem Makarim menteri yang dulunya bos Go-Jek

elahan.com, Pengumuman tentang daftar Time 100 Next 2019 menuliskan Nadiem Makarim sebagai satu-satunya tokoh dari Indonesia. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) periode 2019-2024 masuk dari kategori Leaders dalam daftar tersebut. Nadiem Makarim adalah menteri Kabinet Indonesia Maju yang sebelumnya dikenal sebagai sosok pendiri sekaligus CEO Go-Jek.

Nadiem Makarim bekerja di perusahaan ternama sebelum mendirikan Go-Jek. Sebut saja Perusahaan konsultan Mckinsey & Company, Zalora Indonesia sebagai Co-founder dan Managing Editor dan kartuku sebagai Chief Innovation officer. Sebelumnya Ia telah menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar di Jakarta, Sekolah Menengah di Singapura, Srata 1 di Brown Universitas Amerika Serikat dan Strata 2 di Harvard University dengan menyandang gelar MBA (Master Business Of Administration).

Berikut sifat-sifat Nadiem Makarim yang menginspirasi, yaitu:

1. Peka akan lingkungan sekitar

Ide mendirikan Go-Jek berawal dari hasil observasi Nadiem Makariem semasa bekerja dulu. Inovasi ini bertujuan untuk mempermudah pemesanan ojek melalui ponsel dan menghilangkan penggunaan pangkalan ojek. Sehingga konsumen dapat menggunakan jasa ojek meskipun sedang berada dimana saja. Tukang ojek pun tidak membutuhkan pangkalan untuk menunggu konsumennya. Selain itu, adanya jaminan keamanan dan kenyamanan bagi penumpang. Karena menggunakan ojek yang jelas dan terdaftar.

Ide membuat inovasi layanan bernama Go-Jek ini muncul dari obrolan Nadiem dengan para tukang ojek. Dari hasil observasinya, ia mengetahui bahwa sebagian besar waktu tukang ojek banyak dihabiskan untuk menunggu penumpang di pangkalan. Adanya sistem giliran antar sesama tukang ojek juga membuat para tukang ojek harus bersabar menunggu penumpang. Lalu belum ada jaminan keamanan dan kenyamanan penggunaan ojek juga membuat ojek kadang sedikit peminat.

Ojek merupakan alat transportasi pilihan Mendikbud ini ketika masih bekerja dulu. Nadiem memilih ojek dibandingkan mengendarai kendaraan pribadi. Bahkan hampir 5 kali sehari Ia menggunakan jasa tukang ojek karena merasa lebih aman. Menurutnya, tingkat kecelakaan pada pengguna ojek sangat kecil. Ia membandingkan dengan apa yang terjadi sebelumnya, seperti mengalami kecelakaan dua kali saat menggunakan taksi, tiga kali kecelakaan saat mengendarai mobil pribadi, dan satu kali kecelakaan saat mengendarai motor pribadi.

Nadiem Makarim yang inspiratif
Nadiem Makarim satu-satunya tokoh Indonesia yang masuk dalam Time 100 Next 2019 dari kategori leaders

2. Pantang Menyerah

Jumlah pengemudi Go-Jek yang bergabung saat ini semakin banyak. Aplikasi mobile Go-Jek juga sudah banyak diunduh. Bukan hanya itu, Go-Jek juga telah memperluas jangkauannya. Layanan Go-Jek juga tak terbatas pada mengantarkan penumpang. Go-Jek juga digunakan sebagai pengantar makanan, barang, dan kebutuhan sehari-hari lainnya dalam Go-Life.

Padahal pada awal kemunculannya, Go-Jek mendapatkan banyak masalah. Go-Jek dianggap mengurangi pendapatan para tukang ojek tradisional. Sehingga para sopir Go-Jek di lapangan harus diterpa gesekan dengan sopir ojek tradisional. Ini menjadi ujian bagi Nadiem Makarim dan Go-Jek. Pengorbanannya demi Go-Jek dengan rela meninggalkan jabatan sebagai direktur e-commerce di perusahaan sebelumnya tidak sia-sia. Sekarang Go-Jek dikenal sebagai star-up besar dari Indonesia.

3. Memikirkan Orang Lain

Alamanda Shantika adalah mantan anak buah Nadiem Makarim. Dia menceritakan nasihat dari bosnya pada tahun 2014 lalu. Meskipun telah keluar pada akhir 2016, Founder Binar Academy ini masih mengingat kegalauannya waktu itu. Dia harus memilih Go-Jek yang baru merintis atau tetap di perusahaan sebelumnya yang sudah besar.

Presiden Direktur Binar Academy ini kemudian memutuskan bercerita ke pendiri Go-Jek tersebut. Nadiem Makarim menasehatinya agar mengubah sudut pandang. Dia mengarahkan ke pemikiran bahwa tujuan berkerja bukanlah harta. Tetapi berkarya utuk memajukan orang lain juga. Alamanda pun akhirnya memilih tetap di Go-Jek Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here