Nama Singkatan Sama, Partai Solidaritas Indonesia Berbeda dengan Pendahulunya

0
54
Grace Natalie ketua Partai Solidaritas Indonesia

elahan.com, Jika dulu terkenal Partai Sosialis Indonesia, sekarang ada Partai Solidaritas Indonesia. Keduanya sama-sama disingkat PSI. PSI yang dulu dipimpin oleh Sutan Sjahrir yang sudah tidak asing dalam sejarah Indonesia.

Sjahrir merupakan perdana menteri tiga kabinet yang telribat dalam perundingan-perundingan dengan Belanda. Partai yang dibentuknya pada 12 Februari 1948 itu saat dirinya tidak lagi menjabat sebagai perdana menteri. Saat itu PSI menjadi partai yang cukup terpandang, sejajar dengan Partai Nasional Indonesia (PNI), Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi), dan Partai Komunis Indonesia (PKI).

PSI Sutan Sjahrir dan Partai Solidaritas Indonesia berbeda
PSI Sutan Sjahrir dan Partai Solidaritas Indonesia berbeda

PSI memiliki citra sebagai partai bagi orang-orang terpelajar, seperti Sumitro Djojohadikusumo, Subadio Sastrotomo, Soedjatmoko, Soegondo Djojopuspito, Maria Ulfah, Soedarpo Sastrotomo, dan orang-orang dari pemerintahan lainnya.

Namun, menjadi partai dengan citra sebagai partai intelektual di tengah angka masyarakat yang masih buta huruf masih tinggi, tentu saja tidak menguntungkan. Mengapa? Karena julukan partai terpelajar ini tidak selalu positif, sebab intelektual bermakna orang yang terasing dari masyarakat lingkungannya.

PSI bentukan Sutan Sjahrir ini menurut salah satu tokohnya, Subadio Sastrotomo, merupakan partai kader, bukan partai massa. Inilah yang membuat partai ini hanya dilirik oleh orang-orang terpelajar dan mereka dalam gerakan bawah tanah saja. Tidak menarik bagi masyarakat luas.

Sehingga, ketika pemilu 1955, PSI menerima kenyataan pahit dengan hanya mendapat 753.191 suara atau 1,99 persen saja pada pemilihan anggota DPR dan 695.932 suara atau sekitar 1,84 persen pada pemilihan konstituante. Dengan begitu PSI hanya menempatkan 5 anggota DPR dan 10 orang wakil konstituante.

Kemudian, PSI menjadi partai oposisi bersama Masyumi, bahkan PSI dimusuhi dan dibubarkan oleh pemerintah rezim Soekarno. Hingga akhir hidupnya, Sutan Sjahrir dipenjara oleh pemerintah. Meskipun dibubarkan, jaringan PSI masih bertahan lewat anak-anak muda seperti Soe Hok Gie, Rachman Tolleng, dan lainnya.

Grace Natalie pidato setelah Partai Solidaritas Indonesia hanya meraih sekitar 3 juta suara
Grace Natalie pidato setelah Partai Solidaritas Indonesia hanya meraih sekitar 3 juta suara

Kemudian, di masa kini, muncul partai dengan singkatan yang sama, yakni PSI besutan Grace Natalie. Meskipun singkatan sama, tetapi jelas PSI yang sekarang berbeda nama. Partai Persatuan Indonesia didirikan oleh eks wartawan televisi, Grace Natalie.

Berbeda dengan PSI lama yang memiliki citra partai intelektual, PSI Grace Natalie menyebut diri sebagai partainya anak muda. PSI juga kencang menyebut diri sebagai partai anti poligami dan anti korupsi.

Pada masa kampanye Pemilu 2019 beberapa bulan lalu, PSI gencar dengan beriklan di berbagai tv swasta dan memasang spanduk dimana-mana. Tidak jarang diplesetkan menjadi Partai Spanduk Indonesia.

Tak tanggung-tanggung, PSI menargetkan suara 6 hingga 7 persen selama pemilu 2019. Namun, menurut hasil hitung cepat, PSI hanya mendapat suara sekitar 3 juta atau kurang dari 2 persen saja. Angka yang terbilang lumayan untuk partai baru, tetapi tidak cukup banyak untuk membuatnya lolos masuk parlemen.

PSI yang bergabung dengan koalisi Jokowi-Ma’ruf menyatakan senang melihat hasil yang didapat oleh paslon presiden dan wakil presiden tersebut, meskipun suara untuk partainya tidak mencapai target. Tak lupa Grace mengucapkan terima kasih dmenyebut PSI sudah berjuang. Dengan begitu, PSI tidak akan berada di DPR hingga 5 tahun ke depan.

Tiga juta suara yang diperoleh itu tidak akan disia-siakan oleh PSI seperti yang ditegaskan oleh Grace dalam pidatonya. Dan Ia juga mengajak 3 juta pemilih tersebut untuk menjadi anggota. Jika benar 3 juta pemilih tersebut bergabung jadi anggota, tentu saja partai ini akan jadi partai hebat. Tak akan mengikuti jejak PSI lama yang dibubarkan pemerintah.

Partai Solidaritas Indonesia sekarang bisa meniru Partai Keadlian yang ketika Pemilu 1999 kalah dan bangkit pada Pemilu 2004 dengan nama baru, Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here