OJK Targetkan 100 Bank Wakaf Mikro yang Akan Tersebar Di Seluruh Indonesia di Akhir 2019

0
14
wakaf
wakaf

Elahan.com, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) targetkan berdirinya 100 Bank Wakaf Mikro hingga akhir 2019. Direktur Lembaga Keuangan Mikro Otoritas Jasa Keuangan Suparlan menyatakan jika peningkatan BWM dilaksanakan dengan menggandeng sejumlah pesantren di Indonesia.

“pesantren tentu memiliki potensi yang besar, bukan dari sisi agama saja, banyak juga pesantren yang santrinya masih perlu di dukung dengan akses keuangan,” jelas Suparlan.

Bank Wakaf Mikro adalah sebuah lembaga keuangan syariah yang berfokus pada pengembangan usaha serta pemberdayaan masyarakat, melalui pengelolaan simpanan, pebiayaan dengan skala mikro, serta jasa konsultasi pengembangan usaha.

OJK menluncurkan Bank Wakaf Mikro untuk membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan basis syariah.

Penambahan jumlah Bank Wakaf Mikro menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna mendukung pembiayaan usaha kecil, mikro, dan ultra mikro yang masih tergantung besaran modal sosial yang dikumpulkan.

Dana yang dibutuhkan saat ini untuk membentuk Bank Wakaf Mikro sebanyak Rp 4,2 miliar yang nantinya akan dimanfaatkan untuk pembiayaan sebanyak Rp 1,2 miliar beserta operasional senilai Rp 3 miliar. Rinciannya, permodalan untuk mendirikan Bank Wakaf Mikro berasal dari dana donatur yang disalurkan ke rekening Lembaga Amil Zakat melalui jasa perbankan. Untuk mendirikan satu BWM dibutuhkan modal sebanyak Rp 4,2 miliar dengan rincian Rp 1,2 miliar yang nantinya dana tersebut akan diputar guna sebagai pembiayaan dan simpanan. Rp 3 miliar digunakan sebagai dana operasional BWM. Jika dihitung, untuk mencapai pendirian 100 Bank Wakaf Mikro akan dibutuhkan dana sebesar Rp 420 miliar.

“ Perealisasian 100 Bank Wakaf Mikro tergantung dari dana yang tersedia,” tambah Suparlan

Dibentuknya Badan Wakaf Mikro ini didasarkan pada keinginan dan komitmen OJK bersama pemerintah untuk berperan secara nyata dalam upaya meningkatkan dan meratakan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, OJK menyatakan tingkat inklusi keuangan syariah di Indonesia kini masih memiliki banyak ruang untuk betumbuh. Jika dibandingkan dengan tingkat inklusi keuangan secara nasioanal bisa dikatakan keuangan syariah cukup tertinggal, walaupun kini sudah muncul bank syariah, asuransi syariah, dan Bank Wakaf Mikro.

Menurut data yang tercatat, tingkat inklusi keuangan syariah telah mencapai angka 11,06 persen pada 2019. Pada periode yang sama tingkat ingklusi keuangan scara nasional mencapai 67,82 persen.

Di 2016 tingkat literasi keuangan syariah pun tercatat sebesar 8,11 persen dan secara nasioanl data yang tercatat menyentuh angka 29,66 persen.

Untuk sisi market share, lembaga keuangan berbasis syariah hanya mencapai angkta 9,08 persen pada Februari 2019. Pada periode yang sama aset lembaga keuangan syariah tercatat sebanyak Rp 1.3775,51 triliun yang terdiri dari aset industru perbankan, industri keuangan non bank, serta pasar modal.

Bank Wakaf Mikro berbasis keuangan syariah ini menyediakan pembiayaan usaha dengan imbal hasil yang lebih rendah atau setara dengan 3 persen per-tahunnya, selain itu BWM ini memberikan pendampingan para nasabahnya dalam bentuk berkelompok.

Pelaksanaan yang melibatkan pesantren ini karena lembaga pendidikan dengan basis agama memiliki potensi untuk pemberdayaan umat dan berperan dalam mengurangi kesenjangan ekonomi yang terjadi.

Menurut Suparlan, sudah sebanyak 43 Bank Wakaf Mikro sudah didirikan dengan total jumlah nasabah sebanyak 15.236 dan total pembiayaan yang disalurkan sebesar Rp 18,54  miliar pada Maret 2019.

Bank yang telah didirikan sejak 2017 lalu ini dilakukan oleh OJK dan berkoordinasi dengan Kementrian Koperasi dan UMKM, pesantren, dan lembaga amil zakat.

Hingga kini sudah tecatat sebanyak 51 unit Bank Wakaf Mikro didirikan dan tersebar di seluruh Indonesia dengan jumlah nasabah yang mencapai 15.236 dan penyaluran dana pembiayaan usaha mencapai angka Rp 18,54 miliar pada Maret 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here