OK OCE Sandiaga, Berhasil Atau Tidak?

0
32
Sandiaga Uno dengan program OK OCE
OK OCE Sandiaga Uno

Elahan.com, Banyak yang menganggap program OK OCE yang digagas Sandiaga belum menuai hasil maksimal di DKI Jakarta, tetapi program ini justru akan diterapkan seluruh Indonesia jika terpilih menjadi wakil presiden di pilpres 2019 nanti.

OK OCE merupakan program one kecamatan, one center for enterpreneurship. Program ini diklaim Sandiaga Uno berhasil mengurangi jumlah pengangguran di DKI Jakarta bahkan hingga mencapai angka 20 ribu orang.

Sandiaga jadikan OK OCE program nasional
OK OCE Program Sandiaga Uno

Secara umum ada beberapa kriteria keanggotaan OK OCE ini. Belum punya usaha lalu punya usaha. Ada yang sudah punya usaha kemudian naik kelas. Program ini juga membantu hingga perizinan sehingga memiliki legalitas sebagai pengusaha.

Capaian positif dari porgram ini bahkan bisa menyuntikkan dana investasi ke Pemprov DKI Jakarta hingga Rp 359 miliar. Selain itu, Sandi juga menyebut ada 90 ribu warga Jakarta yang sudah bergabung dengan program OK OCE dalam kurun waktu satu tahun. Ini jauh lebih banyak dari target awal sebesar 200 ribu orang dalam waktu 5 tahun atau satu periode kepemimpinan Anis Baswedan dengan dirinya saat masih menjadi wakil gubernur Jakarta.

Berkat program ini, puluhan ribu tenaga kerja diberdayakan disebabkan banyak yang bergabung dan ribuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga turut bergabung. Sandi mengklaim ada 16.734 izin usaha mikro kecil yang diterbitkan.

Dengan pencapaian positif ini, Sandiaga membantah bahwa program OK OCE yang disebut gagal oleh beberapa pihak. Cawapres nomor urut 02 ini juga menunjukkan bukti kajian ekonomi dan keuangan dari Bank Indonesia yang menyatakan bahwa program tersebut masih berjalan bahkan menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Seorang ekonom dari Center of Reform on Economy (CORE) Piter Abdullah Redjalam mengatakan bahwa program tersebut adalah program gagal. Piter Abdullah juga merasa kaget karena Sandi dinilai sangat berani membawa program yang gagal menjadi program utamanya untuk level nasional.

Piter melihat salah satu kelemahan dari program ini adalah tidak jelasnya pendampingan wirausaha, manajemen program, dan lainnya sebab tidak dirancang dengan baik. Program OK OCE juga disebut kurang komprehensif dan tidak lengkap dan juga pendanaan juga bermasalah.

Faransyah Jaya selaku Ketua Perkumpulan Gerakan OK OCE tidak terima jika proogram ini disebut gagal. Sebab menurut dirinya program ini masih berjalan dengan baik.

Faransyah juga menyebut pendamping semakin banyak. Hanya saja nama programnya lebih banyak disebut Pengembangan Kewirausahan Terpadu (PKT) ketimbang OK OCE.

Namun memang jika dilihat data BPS DKI Jakarta pada Februari 2018 sebanyak 290.120 orang, turun jika dibanding Agustus 2017 yang mencapai 346.950 orang. Tentu saja kedua hal ini belum bisa dikatakan memiliki korelasi.

Program OK OCE ini disebut Gembong Warsono, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, hanyalah sebatas slogan yang dimunculkan Sandiaga saat pilkada Jakarta. Padahal, menurut Gembong, program OK OCE ini mirip dengan program yang sudah ada di Dinas Koperasi dan UMKM DKI Jakarta.

Hambatan utama dalam membangun UMKM itu sebenarnya pendanaan, sebut Gembong. Tetapi program OK OCE tidak cukup untuk mengatasi permaslaahan tersebut karena fokusnya hanya pada pengembangan UMKM seperti memberikan pelatihan, bimbingan, serta membantu pemasaran.

Jika melihat hasil evaluasi DPRD DKI Jakarta pada 2018, menurut Gembong, program OK OCE milik Sandiaga ini tidak menunjukkan hasil yang positif sehingga dalam APBD-P 2018 anggaran pendampingan OK OCE ini dihapus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here