Daftar Orang Terkaya di Indonesia yang Terjerat Kasus Korupsi

0
42
Orang Terkaya di Indonesia terjerat korupsi
Daftar Orang Terkaya di Indonesia terjerat korupsi

Elahan.com, Bukan merupakan hal baru dan asing lagi ketika daftar orang terkaya di Indonesia masuk dalam pusaran kasus korupsi di Tanah Air.

Jika kata monolog Butet Keraradjasa di ajang Frankfurt Book Fair tahun 2015, ada yang menarik. “Koruptor ternyata bukan sejenis maling, mereka priyayi agung, orang penting,” katanya. Benar. Karena kenyataannya itulah yang terjadi.

Terbukti, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menjerat sejumlah konglomerat ini dalam pusaran kasus rasuah. Siapa saja? Simak berikut ini.

Pengusaha Kaya yang Terlibat Kasus Korupsi

1. Samin Tan

Samin Tan, Orang terkaya di Indonesia
Samin Tan, Orang terkaya di Indonesia yang terjerat kasus korupsi

Salah satu pengusaha kaya Indonesia yang tersangkut kasus korupsi adalah Samin Tan yang memiliki kekayaan sebesar US$940 juta atau sekitar Rp 13,4 triliun. Pria yang lahir di Teluk Pinang, Provinsi Riau ini pernah masuk dalam jajaran orang terkaya Tanah Air tahun 2011 menurut Majalah Forbes.

Samin Tan dikenal sebagai bos PT Borneo Lumbung Energy & Metal Tbk. Taipan yang satu ini ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap soal pengembangan kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 yang terkait dengan terminasi kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B).Kasus PLTU Riau-1 ini bergulir ketika terjadi operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 13 Juli 2018 lalu. Pada pengembangannya, kasus ini memang menyeret sejumlah nama. Melalui perusahaannya Borneo Lumbung Energy, Tan pernah membantu menyelamatkan bisnis Bakrie dengan membeli saham Bumi Plc.

Pada 13 September 2018, Samin Tan dipanggil oleh KPK untuk menjadi saksi atas Idrus Marham yang juga tersangkut kasus PLTU Riau-1. Tan saat itu menyangkal keterkaitannya dengan kasus tersebut. Lalu, Tan dicekal ke luar negeri oleh KPK pada 17 September. Kemudian KPK beberapa kali memanggil Samin Tan untuk menjalani pemeriksaan terkait kesepakatan kerja sama.

Dua hari berikutnya, KPK melalui juru bicaranya Febri Diansyah menyebut masi hberfokus pada Samin Tan selaku saksi di perkara tersebut dan masih terlalu jauh untuk menjerat PT Borneo Lumbung Energy.

Pada persidangan Eni Maulani Saragih yang juga terlibat kasus PLTU Riau-1 pada 29 November 2018, dia menyebut menerima uang dari empat pengusaha, salah satunya adalah Samin Tan terkait kesepakatan kerja sama proyek PLTU Riau-1. Samin Tan saat itu diduga memberikan uang senilai Rp 5 miliar melalui perantaranya, Nenie Afwani, DIrektur PT Borneo Lumbung Energy.

Kemudian di persidangan saksi untuk terdakwa Eni Saragih pada 2 Januari 2019, Tan membantah memberikan uang kepada Eni sebagai imbalan terkait kontrak PKP2B tersebut. Dia mengaku hanya menyerahkan dokumen dan bukan uang.

Samin Tan mengaku mengenal Eni Saragih dari Melchias Marcus Mekeng yang merupakan anggota DPR sekaligus teman lamanya. Hingga pada 15 Februari 2019, Samin Tan dinyatakan tersangkut kasus dugaan suap terkait PKP2b pada pengembangan proyek PLTU Riau-1. Uang sejumlah Rp 5 miliar tersebut diberikan dua kali masing-masing Rp 1 miliar pada 1 Juni 2018 dan Rp 4 miliar pada 22 Juni 2018.

2. Surya Darmadi

Surya Darmadi merupakan salah satu yang masuk dalam daftar orang terkaya versi Majalah Forbes di tahun 2018. Dia menjadi orang terkaya ke-28 di Indonesia dengan nilai kekayaan mencapai US$1,45 miliar atau setara Rp20,73 triliun.

Dia merupakan penerima manfaat akhir dari PT DarmexAgro Group dan PT Duta Palma Group. Samex Agro Group sendiri merupakan perusahaan di sektor perkebunan dan pengelolaan kelawa sawit yang tersebar di beberapa daerah di Provinsi Riau, seperti di Cerenti, Bangkinang, Benai, Siberida, Baserah, Kota Tengah, dan Pelalawan.

Sayangnya, konglomerat yang satu ini juga tersangkut kasus korupsi dugaan suap berupa pemberian hadiah atau janji mengenai pengajuan revisi pengalihfungsian lahan di Provinsi Riautahun 2014 pada Kementerian Kehutanan. Sehingga KPK menetapkannya sebagai tersangka pada 29 April 2019 lalu.

Surya Darmadi dikenakan Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 yang diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 56 KUHP.

3. Sjamsul Nursalim

Sjamsul Nursalim yang merupakan orang terkaya di Indonesia
Sjamsul Nursalim yang merupakan orang terkaya di Indonesia terjerat kasus korupsi

Pada 2018, Sjamsul Nursalim tercatat sebagai orang terkaya di Tanah Air versi Forbes yang menempatkannya di urutan ke-36 dalam 50 daftar orang terkaya Indonesia. Kekayaan konglomerat ini diperkirakan sebanyak US$ 810 juta atau senilai Rp 11,58 triliun per Desember 2018.

Nama Sjamsul tentu saja sudah tidak asing lagi dalam dunia bisnis. Dia tercatat sebagai pemilik dan pendiri PT Gajah Tunggal Tbk. Selain itu, Sjamsul juga merupakan pendiri PT Mitra Adiperkasa Tbk., yang merupakan perusahaan ritel dengan produk-produk terkenal seperti Zara, Sogo, Starbucks, Burger King, Planet Sports, dan lain-lain.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga telah menetapkan Sjamsul sebagai tersangka terkait kasus korupsi BLBI. Sjamsul diduga tidak menjalankan tanggung jawabnya sebagai pemegang saham pengendali (PSP) Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) untuk membayar utang pada negara sebesar Rp 4,58 triliun.

Oleh sebab itu, Sjamsul dijerat karena melanggar pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 ttahun 1999 yang diubah menjadi UU nomor 20 tahun 2001 mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Juncto pasal 55 ayat (1) KUHP.

4. Johannes Budisutrisno Kotjo

Menurut Majalah Globe Asia, Johannes Budisutrisno Kotjo menduduki peringkat 116 dalam daftar orang terkaya khususnya di Indonesia. Jumlah kekayaannya mencapai US$ 267 juta atau setara dengan Rp 3,7 triliun. Pria yang lahir di Semarang ini tercatat pernah mendirikan perusahaan APAC Group bersama Bambang Trihatmodjo, anak mantan Presiden Soeharto.

Bisnis group tersebut bergerak di bidang industri tekstil dan garmen, perdagangan umum, real estate, serta pembangkit listrik.

Selain itu, Kotjo, panggilan akrabnya, kuga menjadi pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd., yang bergerak di bidang energi. Dari perusahaan inilah Kotjo terseret dalam pusaran korupsi.

Kotjo diduga menyuap Eni Maulani Saragih yang merupakan Wakil Ketua Komisi VII DPR, dengan uang sebesar Rp 4,5 miliar. Uang suap tersebut juga mengalir pada mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham, serta mantan Dirut PLN (Persero) Sofyan Basir. Pemberian uang suap ini tak lain adalah untuk memuluskan kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 yang ada di Provinsi Riau.

Salah satu orang terkaya di Indonesia ini pun telah divonis oleh majelis hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta dengan hukuman penjara 2 tahun 8 bulan serta denda sebesar Rp 150 juta dengan subsider 3 bulan kurungan penjara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here