OTT Kasus Pupuk di Jakarta, PT Pupuk Indonesia Cari Fakta Keterlibatan Perusahaan

0
41
KPK lakukan OTT di Jakarta
KPK lakukan OTT di Jakarta

Elahan.com – Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan operasi tangkap tangan yang dilakukan di Jakarta, melibatkan direksi Badan Usaha Milik Negara. Dari hasil penangkapan total ada delapan orang yang ditangkap dalam operasi yang dilakukan pada Rabu sore, 27 Maret 2019.

Febri menuturkan mereka ditangkap saat sedang bertransaksi terkait dengan distribusi pupuk yang akan dilakukan melalui kapal. Menurut dia, kasus korupsi ini diduga melibatkan banyak pihak.

Adapun, delapan orang yang telah ditangkap kemarin adalah pihak yang terlibat dalam produksi dan distribusi pupuk tersebut. KPK sangat menyayangkan korupsi dalam produksi dan distribusi ini terjadi.

Dalam kasus ini, KPK menyita uang dalam pecahan rupiah dan dolar Amerika yanga akan dijadikan sebagai barang bukti. Selain uang, KPK juga menyita satu unit mobil Toyoya Alphard yang digunakan oleh para tersangka untuk melakukan transaksi.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah
Juru Bicara KPK Febri Diansyah

KPK dalam waktu maksimal 24 jam akan melakukan pemeriksaan secara intensif dan mempelajari bukti-bukti awal yang sudah didapatkan dari hasil operasi tangkap tangan tersebut.

Komisi Pemberantasan Korupsi menduga penyerahan uang korupsi dalam distribusi pupuk bukanlah yang  pertama kali terjadi dalam kasus ini. KPK telah menangkap tujuh orang dalam operasi tangkap tangan kemarin.

Menurut dia, sebelumnya telah terindikasi ada penerimaan-penerimaan lain. Sehingga, KPK cukup meyakini dengan bukti-bukti yang ada saat ini bahwa korupsi terjadi dalam produksi dan distribusi pupuk ini.  

KPK masih memilik waktu sampai maksimal 24 jam untuk menentukan status perkara ini. apakah akan ditingkatkan ke penyidikan. dan jika ditingkatkan ke penyidikan, tentu akan ditentukan pula tersangkanya.

Ia menuturkan distribusi pupuk yang dikorupsi ini menggunakan jalur laut. Adapun yang ditangkap adalah direksi BUMN, sopir dan perusahaan swasta yang berhubungan dengan distribusi pupuk ini.

Corporate Communication PT Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana mengatakan saat ini perseroan masih melengkapi dan fakta lengkap ihwal kabar petinggi perusahaan yang terkena operasi tangkap tangan atau OTT. Hal itu merespons soal OTT yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, di mana dikabarkan salah satu yang tertangkap adalah anggota direksi perusahaan pelat merah itu.

Saat ditanya lebih lanjut, Wijaya belum dapat mengkonfirmasi apakah yang ditangkap dalam OTT KPK tersebut adalah petinggi perusahaanatau bukan. 

Dia juga mengatakan tadi pagi direksi perusahaan sudah berkoordinasi membahas hal itu. Namun, dia belum mau membeberkan hasil koordinasi tersebut.

Sebelumnya KPK menangkap satu orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam rangkaian operasi tangkap tangan (OTT).

Dalam rangkaian OTT yang berlangsung sejak Rabu malam, 27 Maret 2019, KPK telah menangkap tujuh orang di sejumlah titik di Jakarta. Dengan ditangkapnya satu anggota DPR, KPK total sudah mengamankan delapan orang dalam OTT kali ini.

Dalam kasus ini, KPK menduga terjadi penyerahan sejumlah uang terkait distribusi pupuk melalui kapal.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo baru akan mengecek informasi ada anggotanya yang terseret operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Dalam rangkaian OTT yang berlangsung sejak Rabu malam, 27 Maret 2019, KPK telah menangkap delapan orang di sejumlah titik di Jakarta. Salah satunya adalah anggota DPR yang disebut-sebut merupakan politikus Golkar berinisial BS.

Bamsoet enggan mengomentari lebih lanjut perihal dugaan tersebut. Ia mengimbau kepada masyarakat untuk menunggu pernyataan resmi dari KPK.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here