Panwaslu Banyak yang Meninggal Dunia, Bawaslu Akan Berikan Santunan

0
69
Bawaslu akan berikan santunan untuk anggota Panwaslu yang meninggal dan sakit
Bawaslu akan berikan santunan untuk anggota Panwaslu yang meninggal dan sakit

Elahan.com, Berdasarkan data dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ada 33 anggota Petugas Pengawas Lapangan Pemilu (Panwaslu) yang meninggal ketika melaksanakan tugas pada Pemilu 2019. Tidak hanya itu, ada juga sejumlah anggota yang mengalami kecelakaan dan sakit.

Kecelakaan ini terjadi ketika sedang bertugas. Seperti yang terjadi pada Sumarno, seorang TKI di Malaysia yang mengalami kecelakaan di Kuala Lumpur saat menjadi penyelenggara lapangan pemilu. Kecelakaan itu menyebabkan tulang kaki pria 29 tahun ini patah, luka parah di leher dan dagu. Kejadiaan nahas ini terjadi di sekitar Jalan Tun Razak Kuala Lumpur pada 17 April 2019. Di hari itu dia ingin menuju Putra World Trade Center (PWTC), pusat penghitungan suara.

Menurut cerita, kejadian ini bermula ketika motor yang dikendarai Sumarno menabrak mobil yang rusak dan berhenti di  pinggir jalan. Dia dirawat di ruang intensif Hospital Kuala Lumpur dan syukurnya sudah melewati masa kritis. Hanya saja, Sumarno masih menunggu operasi kaki. Pada Pemilu 2019 itu Sumarno bertugas mengawasi Kotak Suara Keliling (KSK) di negeri Perak, yang berjarak 4 jam dari Kuala Lumpur.

Anggota Panwaslu banyak yang meninggal dunia, Pemilu perlu dievaluasi
Anggota Panwaslu banyak yang meninggal dunia, Pemilu perlu dievaluasi

Sementara anggota panwaslu yang meninggal kebanyakan disebabkan oleh kelelahan setelah bertugas di hari pemungutan suara. Besarnya beban kerja penyelenggara diduga menjadi sebab. Sehingga perlu kembali dipertimbangkan untuk merumuskan pemilu yng efektif ke depannya.

Ini menjadi cerita buruk dan menyedihkan yang dialami oleh petugas penyelenggara Pemilu 2019. Bawaslu tidak akan lepas tangan begitu saja. Menurut anggota Bawaslu, Fritz Edward Siregar, santunan akan diberikan kepada semua anggota penyelenggara yang gugur ketika menjalankan tugas. Hanya saja belum ada keputusan mengenai jumlah santunan. Fritz menyebut masih dalam pembahasan. Kerjaan yang dikerjakan para penyelenggara tidak sebanding dengan pengorbanannya.

Di  lain kesempatan, kemarin, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengatakan santunan bagi petugas penyelenggara Pemilu yang meninggal sudah disetujui oleh Kementerian Keuangan. Hanya saja, besaran santunan masih dihitung. Menurut Viryan Aziz, Komisioner KPU, besarnya anggaran akan diputuskan segera.

KPU juga terbuka jika ada yang ingin menggalang untuk korban yang meninggal, sembari pemerintah juga merumuskan besaran santunan untuk mereka yang meninggal dunia dan sakit.

Anggota Panwaslu yang mengalami kecelakaan kerja ketika bertugas saat pemilu dan memiliki BPJS Ketenagakerjaan, akan mendapatkan pelayanan terbaik dari BPJS Ketenagakerjaan.  Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, E Ilyas Lubis, Rabu, 24 April 2019.

Ilyas mengatakan bahwa ini merupakan amanat dari Presiden RI yang menyebut anggota Panwaslu merupakan pahlawan demokrasi sehingga kesejahteraan dan perlindungannya perlu diperhatikan.

Ini sudah dirasakan oleh salah satu petugas yang bernama Irvan Dyanshah Ramadhani yang mendapatkan pelayanan gratis dari BPJS Ketenagakerjaan Pasuruan. Ketika masa persiapan Pemilu, Irvan mengalami retak tulang kiri dan perlu mendapat penanganan medis. Perawatan dan pengobatan tersebut dilakukan hingga sembuh tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun. Irvan juga mendapat santunan Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB) selama proses pemulihan.

Pihak KPU pada rapat pleno terbuka di kecamatan berpesan agar para petugas dan jajarannya agar  menjaga kesehatan. Tidak lupa petugas kesehatan di daerah juga memberikan layanan kesehatan pada petugas lapangan pemilu tersebut di kecamatan secara gratis.

Meski begitu, panwaslu serta KPPS terus menjaga dan mengawasi proses rekapitulasi suara agar tidak terjadi kecurangan. Segera berkoordinasi dengan aparat keamanan jika ditemukan kecurangan. Berbagai kecurangan yang mungkin terjadi seperti upaya manipulasi, misalnya, bisa segera diselesaikan pada rapat pleno terbuka di kecamatan masing-masing.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here