Para Wijayanto Ahli Intelijen dalam Jamah Islamiyah

0
15
Para Wijayanto
Para Wijayanto

Elahan.com, Pada bulan Juni 2019 lalu, Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri berhasil menangkap amir atau pemimpin dari kelompok jaringan teroris Jamaah Islamiyah bernama Para Wijayanto bersama dengan istri serta tiga orang anggotanya di Hotel Adaya, Kranggan, Jati Sampurna, Bekasi, Jawa Barat.

Berdasarkan keterangan Polisi, Para Wijayanto telah menjadi buronan sejak 2008 silam yang berperan sebagai pemimpin Jamaah Islamiyah (JI) usai kelompok ini dilarang keberadaannya pada tahun 2007. Di bawah kepemimpinan Para, JI disebut-sebut telah mengirimkan sejumlah pemuda untuk berlatih militer ke Suriah.

Para Wijayanto alias Abang alias Aji Pangerstu alias Abu Askari aliah Ahmad Arief alias Ahmad Fauzi Utomo ini diketahui berperan dalam JI di bidang intelijen dalam JI. Namun, usai ditangkapnya Zarkasih, PW dibaiat menjadi JI di Indonesia atau pemimpinnya. Pria kelahiran Subang Jawa Barat ini adalah lulusan S1 Teknik Sipil di salah satu universitas ternama di Jawa Tengah. Diirnya juga merupakan alumni dari pelatihan militer di Moro, Filipina Angkatan III tahun 2000.

Pria yang memperoleh kemampuan merakit bom dari kelompok Nurdin M. Top ini diketahui aktif di seberbagai kegiatan terorisme di Indonesia. Seperti pada peristiwa bom Bali, bom di Keduataan Besar Australia, hingga kerusuhan di Poso pada tahun 2005 hingga 2007. Selain itu, ia juga disebut turut menyelenggarakan kegiatan aksi bantuan terhadap terorisme internasional di bawah bendera Al Aqaeda.

Para Wijayanto sebagai intelijen di kelompok teroris Jamaah Islamiyah

Terkait dengan kerusuhan di Poso pada 2005 hingga 2007, PW berperan sebagai pendukung logistik dan operasional. Dari segi kompetensi, Para memiliki kemampuan merakit bom serta kemampuan intelijen lainnya. Dirinya, juga memberikan masukan kepada orang Poso beserta kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Berdasarkan keterangan dari Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, Para dalam JI berperan untuk mengendalikan aktivitas organisasi termasuk didalamnya adalah logistik dan pembentukan pasukan khusus yang dipimpin oleh terduga teroris berinisial K yang telah ditangkap pada Mei 2019 lalu. Ia pun juga sebut-sebut mengetahui serta menyetujui pemberangkatan JI ke Suriah untuk belajar militer dan perang bersama prganisaasi Al Qaeda.

Pemberangkatan anggola Jamaah Islamiyah ini tenggarai telah dilakukan sebanyak 6 gelombang yaitu sejak tahun 2013 hingga 2018. Sebagian besar dari anggota ini telah kembali ke Indonesia dan pada bulan Mei 2019 mereka ditangkap. Mereka yang ditangkap rata-rata memiliki kemampuan intelijen, serta keterampilan militer secara khusus termasuk di dalamnya adalah membuat bom, roket, serta sniper.

Selain Para, Polisi juga ikut meringkus istri Para yaitu Masitha Yasmin, serta tangan kanannya Bambang Suyoso. Bambang disini berperan sebagai penghunung amir dengan orang yang direkrut. Termasuk diantaranya adalah orang-orang yang dikirimkan ke Suriah. Ia pun juga memiliki tugas sebagai sopir Para.

Usai menangkap Para, istri, berserta Bambang, pada 30 Juni 2019 Polisi berhasil meringkus  Abdurrahman sekitar pukul 11.45 WIB di perumahan Griya Syariah, Blok G, Kelurahan Kebalen, Bekasi, Jawa Barat. Abdurrahman merupakan salah satu orang yang berhasil direkrut oleh jaringan Para dan orang-orang kepercayaannya untuk menggerakan jajaran Jamaah Islamiyah di Indonesia.

Di hari yang sama yaitu pukul 14.15 WIB, Polisi berhasil menangkap Budi Tri alias Haedar alias Feni alian Gani di wilayah Pohijo, Kecamatan Sampung, Ponorogo, Jawa Timur. Budi Tri merupakan penasihat dari Para serta menggerakan jajaran JI di wilayah Jawa Timur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here