Parpol Koalisi Jokowi Optimis Berkat Penampilan Jokowi di Debat Kedua

0
90
Parpol koalisi Jokowi
Parpol koalisi Jokowi (istimewa)

elahan.com – Penampilan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo pada debat kedua membuat parpol koalisi Jokowi semakin optimis. Sejumlah pengamat politik menilai Jokowi unggul telak dibandingkan Prabowo pada debat putaran kedua.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto mengatakan, keunggulan Jokowi pada debat kedua tersebut mempengaruhi parpol koalisi. Menurutnya Jokowi juga unggul di media sosial (medsos) dan media konvensional.

Menurutnya, keunggulan tersebut menjadi daya dorong partai politik (parpol) koalisi Jokowi dan para relawan untuk semakin semangat melakukan upaya pemenangan di darat.

“Kami mendapatkan energi baru dan gelora semangat untuk terus memperkuat gerakan teritorial. Seluruh parpol dan relawan 01 akan semakin masif bergerak. Sebab keunggulan Pak Jokowi di udara menjadi panduang dan semangat untuk makin hebat lagi bergerak di darat,” ucap Hasto, Senin (18/2/2019).

Hasto menjelaskan, gerakan darat sebagai kombinasi pergerakan partai, caleg, kepala daerah, para tokoh, dan relawan menjadi kunci kemenangan paslon nomor urut 01. “Unggul di udara, darat, dan kekuatan di langitan sudah menjadi tekad kami,” ucap Sekjen PDI Perjuangan tersebut.

Hasto juga mengatakan, apa yang disampaikan Jokowi pada debat tersebut membuat dukungan muda kepada Jokowi-Ma’ruf akan meningkat.

“Menguatnya dukungan dari kaum muda, termasuk generasi milenial Indonesia ke Jokowi dipastikan menjadi energi tambahan untuk kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin,” katanya.

Wakil Ketua TKN, Abdul Kadir Karding menambahkan, setelah debat putaran kedua, ada upaya dari pihak BPN Prabowo-Sandi untuk mengalihkan isu dari perdebatan. Misalnya dengan menyebutkan adanya dugaan penggunaan alat bantu earphone atau pulpen khusus oleh Jokowi.

“Saya berharap kepada publik agar tidak terkecoh. Jangan ikut genderang pada permainan BPN dengan isu yang terlalu remeh temeh, terlalu teknis, dan tidak penting. Ini mencoba mengaburkan subtansi perdebatan,” ucap Kadir.

“Justru bagaimana substansi debat diperbincangkan di media. Jangan mengangkat isu penggunaan handitalky. Kalau bener sih gapapa, ini kan salah lagi. Pak Jokowi menang telak terhadap Pak Prabowo semalam, saya kira publik juga bisa menilai itu,” pungkas Abdul Kadir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here