Partai Koalisi Jokowi Berebut Kursi di Kabinet

0
59
Partai koalisi Jokowi berebut kursi di kabinet periode 2019-2024
Partai koalisi Jokowi berebut kursi di kabinet periode 2019-2024

elahan.com, Usai pengumuman hasil Pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), seluruh pimpinan partai koalisi Jokowi mendatangi Istana Merdeka di Selasa, 21 Mei 2019, sore. Pada pertemuan tersebut, hanya ketum Nasdem yang tidak hadir.

Adapun ketum partai yang datang diantaranya Megawati Soekarnoputri selaku ketum PDIP, Ketum Golkar Airlangga Hartarto, plt Ketum PPP Suharso Monoarfa, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Hary Tanoesudibjo selaku Ketum Perindo, Oesman Sapta Odang Ketum Hanura, Grace Natalie Ketum PSI, Yusril Ihza Mahendra Ketum PBB, dan Ketum PKPI Diaz Hendropriyono.

Mega yang hadir pertama kali di istana ditemani oleh Try Sutrisno selaku Anggota Dewan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Saat ditanya mengenai penambahan anggota partai koalisi Jokowi yang baru, Mega menyebut belum ada pembahasan secara final. Sebab menurut Ketum PDIP ini, partai koalisi masih berfokus pada penghitungan suara.

Sedangkan menurut Ketum Golkar Airlangga Hartarto mengenai penggemukan kolisi, dari pihaknya sudah menyerahkan semuanya pada keputusan Presiden. Airlangga hanya menitipkan pesan agar kader Golkar bisa menempati posisi ketua MPR.  Presiden Airlangga mengatakan Presiden menanggapi baik keinginan tersebut karena Golkar sebagai pemenang kedua.

Akan tetapi di sisi lain, Cak Imin, sapaan akrab Ketum PKB, mengatakan akan mengundang Jokowi untuk menghadiri syukuran yang digelar PKB bersama Nahdlatul Ulama (NU). Dan dirinya mengaku siap jika diminta Jokowi untuk mengisi posisi ketua MPR RI nantinya.

Tidak semua partai koalisi Jokowi yang lolos ambang batas parlemen, seperti Perindo, salah satunya. Meskipun begitu, melalui Ketumnya, Hary Tanoe mengatakan akan tetap mengawal pemerinttahan hingga lima tahun ke depan. Masukan dan saran khususnya di bidang ekonomi akan terus diberikan oleh Hary Tanoe karena dirinya memiliki background kuat sebagai seorang pengusaha. Hary menyarankan agar Presiden bisa mendorong kinerja ekspor sehingga devisa negara tidak tergerus. Menurut Hary Tanoe, perekonomian Indonesia bisa lebih dimaksimalkan tidak hanya 5, tetapi bisa dinaikkan 7-8 persen.

Partai koalisi Jokowi
Partai koalisi Jokowi

Sekarang memang waktunya para partai koalisi berlomba-lomba mengambil hati Jokowi selaku pimpinan koalisi. Hal ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Indnesia Political Review Ujang Komarudin, menurut dia, anggota partai pengusung akan saling klaim jasa kemenangan Jokowi-Ma’ruf. Menurut dia hal tersebut adalah wajar karena politik itu soal klaim-mengklaim, bukan pantas atau tidak pantas.

Ujang tidak menampik kemungkinan adnya perjanjian bagi jatah kursi kabinet untuk para anggota partai politik tersebut. Tetapi tentu punya syarat, setidaknya suara yang diperoleh partai di pemilihan legislatif tinggi, sehingga parpol tersebut memiliki bargaining position yang tinggi juga.

Menurut pengaman politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia itu, suara PKB akan lebih diperhatikan sebab jumlah kursinya naik dari 2014 lalu sekitar 10-11 persen menjadi 55 hingga 60 kursi di periode ini. Berbeda dengan Golkar yang performanya turun dari 2014. Golkar menargetkan meraih kursi 110 di parlemen. Tetapi d 2019 ini hanya mendapat 84 atau 85 kursi saja, turun dari tahun 2014 yang mendapat 91 kursi. Tentu ini disebut gagal dan tidak sesuai target, meskipun jumlah kursi yang didaraih tetap tergolong banyak.

pada jajaran kabinet yang sekarang, ada empat menteri yang merupakan kader PKB, seperti Mohamad Nasir (Menristekdikti), Eko Putro Sandjojo (Menteri Desa, Pembagunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi), Hanif Dhakiri (menaker), dan Imam Nahrawi (Menpora).

Di kubu Golkar, Agung Laksono minta agar beberapa nama dipertimbangkan lagii untuk masuk dalam kabinet Jokowi-Ma’ruf periode 2019-2024 mendatang. Nama-nama tersebut seperti Airlangga Hartarto (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita (Mensos), dan Ilham Habibie (putra Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ. Habibie).

Nama-nama kader partai Golkar yang berkualitas lainnya yang diprediksi sebagai pemimpin di Senayan nanti seperti Bambang Soesatyo, Abdul Kahar Muzakir, Ace Hasan Syadzily, dan Aziz Syamsuddin.

Namun, siapa yang akan terpilih masuk dalam kabinet dari anggota partai koalisi Jokowi masih sulit diprediksi hingga diumumkan secara resmi nantinya. Sementara juga masih menunggu keputusan dari Mahkamah Konstitusi mengenai gugatan Pilpres dan yang akan terjadi setelahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here