Partai Koalisi Prabowo Bubar, Apa Langkah Selanjutnya ?

0
22
Partai Koalisi Prabowo
Partai Koalisi Prabowo

Elahan.com, Pada Jumat sore 28 Juni 2019 Prabowo Subianto resmi membubarkan Koalisi Adil Makmur yang pada Pemilihan Presiden 2019 mengusung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Partai Koalisi Prabowo ini dibubarkan dan mereka diperbolehkan untuk menentukan langkah politiknya masing-masing.

Sekertaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan jika tugas Koalisi Adil dan Makmur dianggap telah selesai, dan Prabowo menyatakan ucapan terima kasih.  Begitu juga dengan Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi yang tugasnya sudah selesai.

Muzani juga menuturkan jika dalam pertemuan itu Prabowo Subianto menyampaikan terima kasih kepada seluruh partai koalisi yang mengusungnya. Di dalam acara itu turut hadir pula  sejumlah tokoh pengusung lainnya seperti Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro PKS Salif Segaf Al Jufri, dan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.

Acara yang digelar di rumah peninggalan orang tua Prabowo di Jalan Kertanegara Nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ini dihadir pula oleh Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno, Sekretaris Jenderal PKS Mustafa Kamal, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediati Harijadi atau Titiek Soeharto, serta Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Priyo Budi Santoso.

Hadir juga Ketua BPN Prabowo-Sandi Djoko Santoso, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Rachmawati Soekarnoputri dan Fadli Zon, Ketua Ijtima Ulama Abdul Rasyid Abdullah Syafii, Ketia DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria, serta anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade.

Salah satu dari partai anggota koalisi, Demokrat mengatakan belum memutuskan bagaimana langkah mereka pasca pembubaran koalisi. Meski demikian, partai berlambang bintang mercy ini disebut-sebut telah merapat ke koalisi Jokowi usai Pemilu 2019, Hinca menambahkan jika Demokrat belum memutuskan akan melangkah kemana. Dia berujar jika hal itu akan dibahas oleh Majelis Partai Demokrat.

Partai-partai yang sebelumnya mengusung Prabowo-Sandi pada pemilihan Presiden 2019 ini mengatakan akan terus menjalin komunikasi walau koalisi secara resmi telah berakhir. Anggota Dewan Pemina Partai Gerindra Fuad Bawazier menyatakan komunikasi akan terjalin secara informal, misalnya melalui forum minum kopi bersama.

Fuad Bawazier menyatakan komunikasi antar mantan partai koalisi Prabowo akan terjalin secara informal melalui forum.

Mendengar forum minum kopi ini merujuk pasa istilah coffee morning yang kerap kali dipakai untuk menyebut sebuah pertemuan yang digelar di pagi hari sembari minum kopi. Fuad berpendapat jika forum ini bisa saja berlanjut ke kerja sama lainnya dengan parta-partai yang sebelumnya bergabung dalam Koalisi Adil Makmur pada Pemilihan Presiden 2019 lalu.

Meski demikian, Fuad mengatakan mereka tidak akan terburu-buru dalam menentukan bentuk kerja sama ke depannya. Dia mengatakan bahwa mereka akan mendengarkan keputusan internal setiap partai terlebih dahulu. Selain itu, mereka akan tetap memperhatikan suara pendukung Prabowo yang jumlahnya lebih dari 60 juta suara pada Pemilihan Presiden 2019 ini.

Dalam acara pembubaran koalisi yang berlangsung pada 28 Juli 2019 itu, Prabowo secara resmi membubarkan koalisi pengusungnya di Pilpres 2019. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan jika Prabowo memberikan kebebasan untuk setiap partai dalam mengambil sikap politik ke depannya. Meski demikian Prabowo berharap akan adanya kelanjutan hubungan dan komunikasi di antara mereka.

Muzani menjelaskan jika ada kesepakatan untuk harus memelihara komunikasi dalam bentuk sebuah forum, walau forum tersebut bersifat informal yaitu berbentuk coffie morning atau kaukus yang akan terus menjadi forum komunikasi bagi partai yang pernah mengusung mantan calon Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada Pilpres 2019 lalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here