PDIP Masih Menjadi Parpol Dengan Pemilih Terbanyak Menurut Survei

0
87
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP (istimewa)

elahan.com – Lembaga Indikator Politik Indonesia telah merilis hasil surveinya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) masih menjadi parpol yang mendapat suara terbanyak.

Survei tersebut diselenggarakan pada 16 sampai 26 Desember 2018 dengan menggunakan metode multistage random sampling atau disebut juga secara acak yang melibatkan 1.220 responden sebagai sampel.

Populasi di survei ini adalah seluruh warga Indonesia yang mempunyai hak pilih dan sudah berusia 17 tahun. Untuk margin of error dari survei ini sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Peneliti senior dari lembaga tersebut Rizka Hilda menjelaskan pertanyaan yang diajukan kepada responden dalam surveinya ini. Pertanyaannya adalah jika pemilihan anggota DPR diadakan sekarang ini, partai atau calon dari partai mana yang akan ibu-bapak pilih.

Hasil yang diperoleh dari pertanyaan survei tersebut menyatakan PDI Perjuangan lah yang memiliki pemilih paling banyak.

“PDIP terbesar dengan total suara 21,6 persen, kemudian Gerindra 12,2 persen, Golkar 10,7 persen, PKBB 9,3 persen, Demokrat 6,3 persen, Nasdem 5,3 persen, PKS 4,2 persen, PPP 4 persen, Perindo 3,4 persen, dan PAN 2,7 persen,” kata Rizka, Rabu (23/1/2019).

Sementara itu, menurut hasil survei lembaga tersebut hampir tidak ada parpol yang mendukung paslon yang mereka usung secara 100 persen.

Pada koalisi Jokowi-Ma’ruf, hanya Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) yang 100 persen mendukung paslon nomor urut 01 itu. Selanjutnya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebanyak 66,6 persen. PDI Perjuangan hanya sebanyak 90,1 persen.

Dilanjut Golkar sebanyak 62,1 persen, Partai NasDem 69,6 persen, PPP sebanyak 53,7 persen, Hanura sebanyak 59,1 persen. Perindo 69,9 persen, yang terakhir PSI 91,9 persen.

“Pada kelompok partai koalisi Jokowi-Ma’ruf, basis PPP dan Hanura paling banyak terbelah kepada oposisi,” kata Rizka.

Pada partai koalisi Prabowo-Sandi juga tidak begitu solid mendukung paslon jagoannya tersebut. Partai Gerindra hanya 81,5 persen, PKS 73,7 persen, PAN 71,9 persen, Demokrat 54,1 persen, terakhir ada Partai Berkarya hanya sebanyak 42,1 persen.

“Pada basis koalisi Prabowo-Sandi, terutama Demokrat dan Berkarya paling besar terbelah ke petahana,” lanjutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here