PDIP Surabaya Peringati Hari Ibu untuk Kedepankan Peran Perempuan

0
5
PDIP
PDIP Surabaya Peringati Hari Ibu untuk Mengedepankan Peran Perempuan

Elahan.com, PDIP Surabaya menjadikan momentum Hari Ibu sebagai penguatan mendorong kebijakan pro-perempuan. Mereka juga ingin memastikan tidak ada kebijakan yang bias gender. Peringatan hari ibu yang dirayakan pada tanggal 22 Desember jadi momen penting bagi para wanita yang telah menjadi ibu. Momen setahun sekali itu membuat istimewa para wanita karena telah berjuang menjadi seorang ibu.

“Tren perempuan berpolitik dan mengisi posisi di ruang publik harus dijaga dan ditingkatkan,” ujar Dyah Katarina, Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya, seperti yang dikutip dari Antara, Selasa (22/12/2020).

Hal yang sama juga disampaikan Wakil Ketua PDIP Surabaya Khusnul Khotimah yang menilai selama ini telah banyak kebijakan Pemkot Surabaya di era Wali Kota Bambang DH hingga Tri Rismaharini yang sukses mengutamakan para kaum perempuan. Khusnul Khotimah berpendapat bahwa kebijakan tersebut harus terus didorong ke depan khususnya di era kepemimpinan Eri Cahyadi dan Armuji yang meraih suara terbanyak di Pilkada Surabaya 2020 ini.

Dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), arus utama gender harus menjadi landasan kebijakan politik Eri Cahyadi-Armuji. Sementara, Wakil Ketua PDIP Surabaya Siti Maryam menambahkan kaum perempuan di Surabaya kini terus tumbuh menjadi kaum terdidik, kompeten, dan layak mengisi ruang-ruang publik. 

Siti Maryam mencontohkan, di sisi kesehatan misalnya ada kaum ibu di kampung-kampung menjadi penggerak gaya hidup sehat, Mereka menerapkan senam bersama dan pengembangan tanaman obat serta sayur berbasis urban farming yang sangat membantu di masa pandemi Covid-19.

Adapun anggota partai banteng merah Surabaya lainnya yaitu Agatha Retnosari menambahkan, Momen Hari Ibu dilandasi kesadaran sejarah tentang peran perempuan di ranah publik yang sudah muncul sejak era perjuangan kemerdekaan. Hari Ibu diperingati menandai dilaksanakannya Kongres Perempuan Indonesia pada 22-25 Desember 1928.

“Kontribusi perempuan dalam perjuangan di ranah publik, khususnya di sektor politik, terus tumbuh hingga saat ini, seperti dalam Pilkada Surabaya kaum ibu bergotong royong, keluar-masuk kampung, memastikan kemenangan Eri-Armudji,” kata politisi perempuan PDIP Surabaya ini.

PDIP Surabaya sangat senang tengah mengingat momen Hari Ibu untuk lebih memajukan peran perempuan di Indonesia terutama Surabya. Selain itu pula mereka berharap kegiatan positif itu juga lebih bisa mengutamakan kaum perempuan dengan kesetaraan gender di Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here