Pelaksanaan Ujian Nasional Resmi Ditiadakan, Pemerintah Antisipasi Covid-19

0
16
Ujian Nasional
Pelaksanaan Ujian Nasional Resmi Ditiadakan, Pemerintah Antisipasi Covid-19

elahan.com, Pemerintah resmi meniadakan Ujian Nasional (UN) bagi para siswa dan siswi. Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Syaiful Huda mengatakan DPR dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyepakati hal tersebut. Langkah itu diambil untuk melindungi siswa dari COVID-19 atau virus corona. Syaiful mengatakan keputusan itu disepakati dalam rapat konsultasi dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, yang digelar secara online, Senin (23/3/2020).

“Dari hasil rapat konsultasi DPR dan Kemendikbud, disepakati pelaksanaan UN SMP dan SMA ditiadakan, untuk melindungi siswa dari COVID-19,” ujar Syaiful Huda dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 24 Maret 2020.

Berdasarkan berita hari ini, kesepakatan itu didasarkan atas penyebaran virus Corona atau COVID-19 yang semakin parah. Padahal jadwal UN SMA semestinya dilaksanakan pada 30 Maret, begitu juga UN SMP yang juga dijadwalkan paling lambat akhir April mendatang.

“Penyebaran wabah COVID-19 diprediksi akan terus berlangsung hingga April, jadi tidak mungkin kita memaksakan siswa untuk berkumpul melaksanakan UN di bawah ancaman wabah COVID-19 sehingga kami sepakat UN ditiadakan,” ujar Huda.

Huda mengatakan ada beberapa opsi penilaian yang bisa menjadi rujukan sekolah dalam menentukan kelulusan siswa siswinya. Beberapa opsi yang dibahas dan dikaji Komisi X DPR bersama Nadiem adalah pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) sebagai pengganti UN. Namun, opsi tersebut hanya akan diambil jika pihak sekolah mampu menyelenggarakan USBN secara daring atau online.

 “Kami sepakat bahwa opsi USBN ini hanya bisa dilakukan jika dilakukan secara daring (dalam jaring), karena pada prinsipnya kami tidak ingin ada pengumpulan siswa secara fisik di gedung-gedung sekolah,” jelasnya.

Opsi berikutnya yaitu dengan mempertimbangkan nilai kumulatif siswa selama menempuh proses belajar di sekolah. “Jadi nanti pihak sekolah akan menimbang nilai kumulatif yang tercermin dari nilai rapor dalam menentukan kelulusan seorang siswa, karena semua kegiatan kulikuler atau ekstrakulikuler siswa terdokumentasi dari nilai rapor,” kata Huda.

Terkait pembatalan pelaksanaan Ujian Nasional ini, Huda mengatakan Kemendikbud segera menyusun dokumen pelaksanaan teknis yang untuk didistribusikan ke sekolah-sekolah.  “Secara teknis nanti akan dirumuskan secara detail dalam juklas juknis yang akan dikeluarkan Kemendikbud,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here