Pelaku Penembakan di Selandia Baru Sebut Dirinya Tak Bersalah

0
19
Pelaku saat penembakan di Selandia Baru
Pelaku saat penembakan di Selandia Baru

elahan.com, Pria yang disebut menjadi pelaku penembakan di Selandia Baru terlihat bahagia saat pengacaranya mengajukan pernyataan bahwa dirinya tidak bersalah atas dakwaan terorisme, pembunuhan, dan percobaan pembunuhan pada persidangan hari Jumat, 14 Juni 2019 lalu.

Warga negara Australia berusia 28 tahun bernama Brenton Tarrant menjadi pelaku yang dituduh melancarkan serangan-serangan. Brenton hanya hadir melalui tayangan video sebab dirinya berada di penjara dengan tingkat keamanan maksimal di tempat dirinya ditahan yang berada di Auckland.

Meskipun suara video dimatikan, Tarrant terlihat tidak berusaha berbicara. Tarrant hanya terlihat menyeringai beberapa kali dengan sedikit emosi selama persidangan. Pria 28 tahun itu sesekali melihat ke sekeliling ruangan dan meregangkan lehernya. Saat ditanya hakim Cameron Mander apakah dirinya bisa mendengar dan menyaksikan persidangan, dia hanya mengangguk.

Dalam ruangan sidang tersebut,ada 80 penyintas beserta anggota keluarga dari 51 orang yang tewas. Sidang juga disaksikan oleh 60 orang lain melalu video di ruang yang penuh sesak di Pengadilan Tinggi Christchurch.

Para korban dan kerabat juga dibantu oleh penasihat budaya dan staf untuk memahami proses peradilan serta hal-hal yang selanjutnya dalam kasus tersebut.

Saat sidang penembakan di Selandia Baru berjalan, hakim tidak mengizinkan kamera atau video di ruang sidang tetapi ada seiman pembuat sketsa yangs engaja di tugaskan oleh Associated Press.

Pelaku penembakan di Selandia Baru
Pelaku penembakan di Selandia Baru

Brenton Tarrant sudah dikenakan 55 dakwaan pembunuhan, 40 dakwaan percobaan pembunuhan, serta satu dakwaan tetrorisme berhubungan dengan penembakan 15 Maret lalu.

Menurut hasil pemeriksaan kesehatan mental, Tarrant ternyata tidak memiliki masalah berhubungan dengan kemampuan mengajukan pembelaan dan menjalani sidang. Dalam kasus pembunuhan, memang sudah menjadi hal standar untuk melakukan pemeriksaan sejenis tersebut.

Hakim menjadwalkan sidang selanjutnya atas kasus penembakan di Selandia Baru dengan tuduhan pelaku Brenton Tarrant digelar pada 4 Mei 2020 selama enam pekan.

Apakah Pelaku Bekerja Sendiri?

Polisi menyebut aksi penembakan di Selandia Baru yang terjadi di dua masjid Christchurch dilakukan sendiri. Tiga orang yang ditangkap usai penembakan terjadi, disebut tidak terlibat aksi yang dilakukan Tarrant. Hanya saja belum bisa dipastikan.

Aksi penembakan di Selandia Baru menewaskan 50 orang dan 50 orang lainnya terluka, dan dua dalam keadaan kritis. Komisaris Polisi Mike Bush mengatakan bahwa otoritas setempat sudah berusaha melakukan identifikasi korban penembakan di Masjid Al Noor dan Linwood dengan cepat.

Lalu siapa saja yang terlibat?

Tarrant yang menjadi tersangka utama kasus tersebut hadir di pengadilan mengenakan kaus putih dengan kondisi tangan terborgol, dia pun juga tersenyum ke arah kamera. Bush menyebut dirinya merupakan satu-satunya pelaku yang didakwa melakukan penembakan.

Dua orang yang ditankap di sekitar lokai kejadian tidak ikut terlibat. Satu perempuan dibebaskan tanpa dakwaan dan satu pria didakwa karena pelanggaran terlibat dengan senjata api.

Polisi tidak berani mengambil kesimpulan sebelum diyakini dengan benar apa yang sebenarnya terlibat. Terlebih orang-orang yang ditangkap juga tidak pernah memiliki sejarah perbuatan kriminal.

Kronologi peristiwa

Awalnya laporan pertama terjadinya penembakan datang dari Masjid Al Noor di kota Cristchurch ketika melaksanakan salat Jumat 13.40 waktu setempat. Menurut laporan pertama, pelaku menyetir dan memarkirkan mobil di mesjid, lalu memberondong menggunakan senapan sambil berjalan masuk ke dalam mesjid dari pintu utama. Tidak peduli laki-laki atau perempuan serta anak-anak, semua ditembaki. Bahkan dia menayangkan secara live aksi penembakan tersebut dengan kamera yang dipasang di kepalanya. Dia juga menyebutkan identitas dirinya dalam video tersebut.

Kronologi penembakan di selandia baru
Kronologi penembakan di selandia baru

Dia melanjutkan aksinya di Linwood yang berjarak lima kilometer ari Al Noor dan melakukan aksi kedua di sana.

Pelaku dinilai memang benar-benar berniat melakukan kejahatan tersebut karena senapan yang digunakan sudah dimodifikasi serta mobil pelaku sudah dipenuhi senjata.

Pelaku penembakan di Selandia Baru tersebut sudah mendapatkan lisensi kepemilikian senjata pada November 2017 sehingga dia bisa membeli semua senapan yang digunakan dalam serangan tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here