Pemerintah dan BUJT Akan Kaji Ulang Tarif Tol Trans Jawa

0
96
Tol Trans Jawa
Tol Trans Jawa (istimewa)

elahan.com – Setelah dibuka gratis selama sebulan sejak diresmikan 20 Desember 2018 lalu, kini tujuh ruas Tol Trans Jawa sudah dioperasikan bertarif. Namun, setelah pemberlakuan tarif tersebut membuat jumlah kendaraan yang melintas menjadi menurun.

Penurunan jumlah kendaraan yang melintas tersebut tidak hanya terjadi pada kendaraan pribadi, tetapi juga kendaraan logistik. Menurut Direktur Operasi II PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Subakti Syukur mengatakan penurunan tersebut terjadi karena sebelumnya tidak dipungut biaya atau gratis.

“Golongan I turun hampir sekitar 2 persen, kemudian non-golongan I turun 4,7 persen. Hal tersebut wajar karena tadinya gratis,” ucap Subakti Syukur, Senin (11/2/2019).

Menurut Subakti, tarif yang berlaku saat ini jauh lebih murah jika dibandingkan dengan tarif yang diusulkan sebelumnya. Bahkan tarif tol tersebut juga lebih murah dari Tol Semarang-Batang.

“Berdasarkan investasinya, (usulan tarifnya) Rp 1.500 per kilometer. Namun, kami tetapkan Rp 1.000 per kilometer. Itu untuk golongan I ya, itu artinya pemakai jalan sudah diuntungkan,” kata Subakti.

Sementara itu, pemerintah bersama dengan badan usaha jalan tol (BUJT) tengah mengkaji tarif Tol Trans Jawa tersebut. Tarif tol yang dianggap terlalu mahal akan dibahas mengenai kemungkinan tarif tol turun.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pemerintah sudah menerima masukan dari pihak BUJT. Dia menambahkan bahwa masukan dari BUJT tersebut akan menjadi pertimbangan  dalam evaluasi tarif tol yang sudah berlaku saat ini.

“Seperti yang saya sampaikan, sebetulnya ini tidak semata-mata soal tarif. Ada beberapa hal tadi, misalnya disampaikan kalau diturunkan nanti pedagang di pantura juga akan protes,” kata Basuki, Selasa (12/2/2019).

Basuki juga mengatakan, saat ini yang paling banyak mengeluhkan tentang mahalnya tarif tol adalah para pengguna kendaraan logistik. Padahal menurutnya, sudah ada klasterisasi golongan kendaraan dari lima golongan jadi hanya tiga golongan.

Saat ini Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) sedang merumuskan kemungkinan untuk menurunkan tarif Tol Trans Jawa tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here