Pemerintah Mengalokasikan 24,7 Triliun Untuk Pemilu 2019

0
59
Sri Mulyani mengatakan pemerintah mengalokasikan dana 24,7 triliun untuk mensukseskan pemilu 2019
Sri Mulyani mengatakan pemerintah mengalokasikan dana 24,7 triliun untuk mensukseskan pemilu 2019 (istimewa)

elahan.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah telah mengalokasikan anggaran dana sebesar Rp 24,7 triliun untuk pemilu 2019. Dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kualitas pertahanan dan pengamanan.

“Tahun 2019, kita akan mengadakan pemilu serentak anggaran 24,7 triliun telah disediakan buat pesta demokrasi,” ucap Sri Mulyani pada acara DBS Asian Insights di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Menurutnya, alokasi dana untuk pemilu dan pesta masyarakat Indonesia bukanlah hal baru. Dia mencontohkan pesta olahraga Asian Games juga menghabiskan triliunan untuk investasi pembangunan infrastruktur, transportasi, dan sarana pendukung lainnya.

“Waktu kita pesta Asian Games berapa anggarannya, setiap pesta pasti ada anggarannya. Ada yang cari uang, ada yang pesta, ada yang cuci piring,” ucap Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengatakan sistem demokrasi di Indonesia sudah cukup matang. Pemerintah sudah pernah menghadapi tiga kali pilpres dan dua kali pemilihan kepala daerah. Pesta demokrasi kali ini diharapkan bisa mendorong konsumsi masyarakat, organisasi, dan partai politik, serta belanja pemerintah.

Menkeu Sri Mulyani menambahkan, tahun ini investasi akan tumbuh seiring dengan upaya pemerintah meningkatkan iklim investasi yang kondusif.

“Kalau ingin (ekonomi RI) tetap terjaga dengan environment global yang tidak kondusif, kita musti pastikan (investasi) domestik cukup kuat dan terjaga. Makanya instrumen APBN tidak sekedar untuk belanja, kita terus meningkatkan iklim investasi dan kualitas investasi,” ujar Sri Mulyani.

Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 24,7 triliun untuk pemilu 2019 yang lebih tinggi Rp 16 triliun dari pemilu 2018. Arah kebijakan pemilu tahun ini terdapat empat hal, diantaranya meningkatkan kaulitas lembaga demokrasi, menjamin hak-hak politik dan kebebasan sipil, mewujudkan birokrasi yang netral dan melaksanakan tahapan pemilu yang aman.

Sementara itu, dari sisi indeks demokrasi Indonesia tahun ini diperkirakan akan meningkat menjadi 75 persen yang pada tahun sebelumnya 74,6 persen. Tingkat partisipasi pemilih juga akan ikut naik dari pemilu 2014 sebanyak 75,1 persen menjadi 77,5 persen pada tahun ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here