Penyidikan Lanjutan Edhy Prabowo soal Aliran Dana Ekspor Benur

0
6
Edhy Prabowo
Penyidikan Lanjutan Edhy Prabowo soal Aliran Dana Ekspor Benur

elahan.com, Mendalami penyidikan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Selasa (29/12/2020). Penyidik KPK mendalami dugaan aliran uang dari perusahaan eksportir terkait izin ekspor benih lobster.

“Penyidik mendalami terkait dugaan aliran uang dari berbagai pihak eksportir yang mendapatkan izin ekspor benih lobster maupun pengirimannya,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri.

Ada pula, penyidik juga mendalami mengenai pengetahuan para saksi terhadap mekanisme pengurusan untuk perizinan ekspor benur lobster tersebut. Kendati berstatus tersangka, dalam pemeriksaan hari ini Edhy diperiksa sebagai saksi untuk tersangka-tersangka lainnya. Dalam kasus ini, Edhy diduga menerima uang hasil suap terkait izin ekspor benih lobster senilai Rp 3,4 miliar melalui PT Aero Citra Kargo (PT ACK) dan 100.000 dollar AS dari Direktur PT Dua Putra Perkasa (PT DPP) Suharjito.

PT ACK diduga menerima uang suap dari beberapa perusahaan eksportir benih lobster karena ekspor hanya dapat dilakukan melalui perusahaan tersebut dengan biaya angkut Rp 1.800 per ekor. Uang tersebut salah satunya berasal dari PT DPP yang mentransfer uang Rp 731.573.564 agar memperoleh penetapan kegiatan ekspor benih lobster. Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengatakan, berdasarkan data, PT ACK yang dimiliki oleh Amri dan Ahmad Bahtiar diduga merupakan nominee dari pihak Edhy Prabowo dan Yudi Surya Atmaja.

“Uang yang masuk ke rekening PT ACK yang diduga berasal dari beberapa perusahaan eksportir benih lobster tersebut, selanjutnya ditarik dan masuk ke rekening AMR (Amri) dan ABT (Ahmad Bahtiar) masing-masing dengan total Rp 9,8 miliar,” kata Nawawi, Rabu (25/11/2020).

Selain Edhy, ada pula nama enam tersangka lainnya dalam kasus ini. Keenamnya yaitu staf khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Safri dan Andreau Pribadi Misata, pengurus PT ACK Siswadi, staf istri Menteri Kelautan dan Perikanan Ainul Faqih, Direktur PT DPP Suharjito, serta seorang pihak swasta bernama Amiril Mukminin.

Edhy Prabowo ditangkap oleh KPK dalam proses Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada 24 November 2020 lalu. Edhy ditangkap bersama istri dan bersama staf KKP lainnya dan dibawa ke kantor KPK. Setelah melalui pemeriksaan, Edhy dan enam staf ditetapkan sebagi tersangka atas kasus korupsi suap ekspor benih lobster.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here