Perang Dagang Korea-Jepang Hingga Dampaknya Terhadap Indonesia

0
19
perang dagang Korea-Jepang
perang dagang Korea-Jepang

Elahan.com, Kembali mencuat berita soal perang dagang Korea-Jepang yang memasuki babak baru. Pada babak baru ini Jepang telah menghapus Korea Selatan dari daftar putih atau white list perdagangan mereka. Hal ini berakibat pada aktivitas perdagangan Korea Selatan dengan Jepang. White list ini berfungsi sebagai pelancar Korea Selatan dalam berdagang dengan Jepang. Korea Selatan pun melayangkan kecaman kepada Jepang.

Pihak Korea Selatan menuduh jika Perdana Menteri Shinzo Abe telah memperlakukan negeri gingseng sebagai musuh. Dikatakan jika Perdana Menteri Abe telah berkomentar dua kali bahwa Kora tidak bisa dipercaya dan memperlakukan Korea Selatan sebagai musuh.

Akan tetapi, Hyun-chong menegaskan jika keputusan Seoul untuk mengakhiri perjanjian pembagian intelijen yang dikenal sebagai Keamanan Umum Perjanjian Informasi Militer (GSOMIA) ini tak akan membuat Korea Selatan menjadi lebih dekat dengan Amerika Serikat.

Di lain waktu, Kementertian Luar Negeri Korea Selatan akhirnya memanggil duta besar Jepamg. Hal ini terkait adanya penolakan Korea Selatan atas langkah Jepang yang menghapus negara itu dari daftar putih.

Jepang dan Korea Selatan sendiri merupakan pasar dan sekutu utama Amerika Serikat. Langkah penghapusan yang dilakukan Jepang dari white list ini merupakan buntun dari adanya perselisihan politik dan ekonomi yang mengakibatkan timbulnya masalah pembayaran kompensasi pekerja paksa selama masa Perang Dunia II.

Diketahui jika sebelumnya Korea Selatan menuntut Jepang untuk membayar kompensasi bagi warganya yang telah menjadi korban kerja paksa di erpa perang tahun 1910 sampai 1945. Namun, Jepang mengatakan bahwa permasalahan soal kompensasi itu telah diselesaikan berdasarkan perjanjian 1945. Perjanjian itu telah memperbaiki hubungan antara kedua negara, akan teteapi Korea Selatan tak menggubris hal tersebut.

Jepang yang tidak menerima hal ini kemudian melakukan pembatasan ekspor tiga bahan yang digunakan dalam chip dan display dari Korea Selatan pada awal Juli. Kemudian Tokyo juga mengatakan jika keputusan yang dibuat atas dasar masalah keamanan nasional dan bukan karena putusan pengadilan Korea Selatan yang memerintahkan perusahaan-perusahaan Jepang untuk membayarkan biaya kompensasi ke para pekerja paksa.

Maraknya boikot produk asal Jepang di Korea Selatan akibat dari perang dagang Korea-Jepang.

Akibat hal ini, warga Korea Selatan merasa geram hingga mereka melarang penjualan produk-produk buatan Jepang di Korea Selatan. Bahkan Uniqlo yang merupakan salah satu perusahaan Jepang juga terkena dampaknya di Korea Selatan.

Adanya perang dagang Korea-Jepang tentu membawa dampak untuk negara lainnya dan salah satunya Indonesia. Menurut Ekonom Universitasi Indonesia (UI) Fithra Faisal mengatakan jika pemerintah harus waspada dengan adanya masalah ini. Sebab, menurutnya dampak perang dagang Korea-Jepang ini memiliki dampak yang lebih buruk dari perdang dagaang Amerika Serikat dengan Tiongkok.

Ia pun turut menjelaskan jika Korea Selatan dan Jepang telah membangun Global Production Network dan Global Value Chain, sehinga secara ekonomi Indonesia lebih terikat dengan Jepang daripada Tiongkok. Selain itu Jepang dan Korea Selatan ini lebih dekat secara geografis dengan Indonesia. Ketegangan yang terjadi antara kedua negara ini bisa berdampak pada investasi dan ekspor Indonesia karena porsi investasi asing langsung yang berasal dari Jepang dan Korea Selatan terbilang besar di Indoenesia.

Akan tetapi,Fithra menilai jika perang dagang Korea-Jepang berpotensi akan cepat berakhir dibandingkan dengan perang dagang Amerika Serikat-Tiongkok. Hal ini karena ketegangan yang terjadi merupakan permasalahan politik bukan permasalahan ekonomi seperti Amerika Serikat dengan Tiongkok. Selain itu, Jepang memiliki historis enggan terlibat dalam konflik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here