Perbedaan Rakaat Salat Tarawih, Kok Bisa?

0
79
Alasan kenapa ada perbedaan jumlah rakaat salat tarawih
Alasan kenapa ada perbedaan jumlah rakaat salat tarawih

Elahan.com, Selain ibadah puasa, ibadah lain yang hanya ada di bulan Ramadan adalah salat tarawih, yaitu salat sunah di malam hari di bulan Ramadan yang dilaksanakan seusai salat Isya. Salat sunah ini bisa dikerjakan sendiri di rumah maupun berjamaah di masjid.

Tentu saja malaksanakan salat sunah ini memiliki banyak sekali keutamaan. Waktu pengerjaannya juga dibagi dalam tiga waktu di bulan Ramadan. Pertama, pada 10 hari pertama yang disebut dengan rahmat karena Allah SWT menurunkan rahmat kepada semua umat Muslim yang taat beribadah.

Salat tarawih merupakan ibadah yang ada di bulan Ramadan
Salat tarawih merupakan ibadah yang ada di bulan Ramadan

Selanjutnya ada 10 hari kedua Ramadan yang dikenal dengan maghfirah. Pada waktu ini Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa siapa saja yang beribadah dan memohon ampunan.

Setelahnya 10 hari terakhir Ramadan yang disebut dengan penghindaran dari siksa api neraka. Sehingga bagi umat Islam penting untuk memperbanyak doa dan menyucikan diri di malam terakhir ini. Di waktu ini jugalah umat Muslim berkesempatan untuk bertemu dengan malam lailatul qadr yang merupakan malam seribu bulan.

Dengan mengerjakan ibadah salat malam ini, kemungkinan bertemu dengan malam lailatul qadr lebih besar. Ketua Lembaga Dakwah PBNU, KH Maman Imanul Haq, menyebut sebaiknya salat malam ini dikerjakan di masjid karena bisa menjalin dilaturrahmi atau interaksi sosial dengan masyarakat sekitar yang selama ini terabaikan di luar Ramadan dan mendengarkan tausiyah yang bermanfaat menambah pengetahuan.

Namun, di Indonesia ada dua kubu mengenai salat sunah  ini, kalangan yang salatnya 8 rakaat dan kalangan dengan 20 rakaat. di masa Nabi, istilah tarawih ini belum ada. Nabi dulu hanya mencontohkan salat malam yang dilakukan selama Ramadan. Ketika di masa Khalifah Umar bin Khattab barulah salat malam ini disebut dengan istilah tarawih.

Dalam sebuah hadist riwayat Imam Muslim diceritakan bahwa suatu malam di bulan Ramadan, Nabil mengerjakan salat malam di masjid Nabawi lalu diikuti oleh para sahabat. Pada malam berikutnya, ternyata Nabi mengerjakan salat sunah itu lagi dan semakin banyak yang mengikutinya. Kemudian di malam keempat dan seterusnya, Nabi tidak datang ke mesjid dan mengerjakan salat malam lagi yang membuat orang-orang heran. Lalu, pada paginya Nabi menjawab pertanyaan para pengikutnya tersebut. Nabi menyebut bahwa tidak ada yang menghambat Nabi untuk ikut salat bersama, hanya saja Nabi takut jika nanti hal itu akan menjadi wajib.

Sebenarnya beda rakaat dalam mengerjakan salah sunah ini hanya mengenai afdhaliyah saja. Beberapa imam yang mengerjakan salat sunah ini 20 rakaat adalah Imam Malik bin Anas, Imam Abu Hanifah, Imam asy-Syafi’i, Imam Ahmad bin Hanbal, dan Dawud azh Zhahiri. Para Imam ini berdasarkan pada hadist riwayat dari Yazid bin Ruman yang mauquf atau disandarkan pada perilaku sahabat. Pada zaman Umar bin Khattab orang-orang mengerjakan salat sunah 20 rakaat.

Tidak hanya 20 rakaat, salat sunah ini ada juga dikerjakan dengan 36 rakaat, tetapi tidak populer. Hal ini seperti keterangan dari ahli hadist generasi awal, Abu Bakar bin Abi Syaibah, yang menyebut bahwa Ia menemui orang-orang di Madinah dengan salat sebanyak 36 rakaat.

Sementara, ada juga kalangan yang mengerjakan salat sunah ini dengan 8 rakaat. Hal tersebut berdasarkan hadist yang diriwayatkan Abu Salamah. Dalam hadist tersebut dijelaskan bahwa diceritakan Aisyah bahwa Rasul di bulan Ramadan dan bulan lainnya salat tidak lebih dari 11 rakaat. empat rakaat, lalu dilanjutkan dengan empat rakaat setelahnya, dan kemudian tiga rakaat.

Namun, hadist ini menurut banyak ulama dinilai bukan merupakan hadist mengenai tuntunan jumlah dan tata cara salat tarawih, melainkan tuntunan salat witir. Jadi, bisa disimpulkan bahwa perbedaan jumlah rakaat salat sunah ini bukan karena keinginan memilih begitu saja, melainkan karena adanya perbedaan memahami hadist yang ada.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here